Pandanganku hanya fokus ke depan karena aku mencoba menyembunyikan rasa canggung, saat ini aku sedang berada di mobilnya Reyhan. Aku mau tidak mau harus diantar sama Reyhan karena kakaknya yang menyuruhku. Dari pertama masuk sampai sekarang sudah hampir setengah perjalanan tidak ada yang bicara. Sampai akhirnya Reyhan buka suara.
"Ra.... " panggil nya.
Aku pun menoleh dan menjawab panggilannya "Ya ada apa pak?"
" Pak?"tanyanya dengan nada bingung.
"Anda kan atasan saya" Kataku menjelaskan.
"Tapi kan sekarang bukan di kafe" Timpalnya dengan raut kesal.
"Terus saya harus panggil apa? gak mungkin panggil nama"kataku.
"Kamu panggil Irfan aja bang enggak bapak"ucapnya sambil masih fokus kedepan.
"Dulu kita semua panggil dia bapak, cuman dia yang minta di ubah agar semua panggil bang, kalau bapak mau juga bisa aja "jawabku santai.
Namun tak ada balasan lagi dari dia dan suasana menjadi sepi lagi.
Aku baru ingat kalau belum memberitahunya alamat rumahku.
"Maaf Pak,kok bapa nggak nanya alamat rumah saya? "tanya ku karena penasaran.
Dia menoleh lalu berkata " Memang rumah kamu udah pindah?"
"Ya…nggak….lah pak. "jawabku terbata.
"Jadi buat apa saya tanya,udah tau juga,lagian kamu nggak lupa kan, kalo kita udah kenal dari dulu? "Ucapnya.
"Ya tapi kan tetap harus tanya,siapa tau aku nggak tinggal sama orang tuaku atau malah sudah pindah."kata ku sedikit kesal.
"Kamu pikir aku tidak tahu tentang kamu selama ini?"tanyanya yang membuat aku bingung.
"Maksudnya apa?"tanya ku kesal.
Namun Reyhan tidak menjawab di malah tersenyum devil.
" Sampai warung itu saja"ucapku sambil menu bukan warung yang tak jauh dari rumahku.
"Kenapa?" Tanya nya sambil terus maju.
" Enggak apa pak" Jawabku karena bingung aku harus jawab apa.
Saat depan rumah aku melihat mama sama papa sedang menungguku di teras rumah dan aku takut untuk turun, apalagi aku turun dari mobil bagus gini.
"Kok Nggak turun sudah nyampe itu?" ucapnya sambil menunjuk rumahku.
" Em.... Em..... "ucapku bingung.
"Kamu takut orang tua kamu marah?"tanya nya tepat banget.
Aku hanya mengangguk saja.
" Kenapa marah? "Tanyanya lagi.
" Karena saya takut mereka berpikiran aneh-aneh karena saya turun dari mobil bagus gini"kataku menjelaskannya.
" Ya sudah ayo turun, biar aku yang bicara sama mereka"ajaknya.
Tapi Reyhan langsung turun tanpa menunggu jawabanku dan aku pun turun karena dia udah turun.
Namun saat turun dan melihat ke arah orang tuaku, aku bisa melihat raut wajahnya sepertinya mereka memang marah. Aku berjalan di belakang Reyhan dan hanya bisa menunduk.
"Malam om tante".sapa Reyhan lalu mencium tangan mereka.
Mamah sama papah diam saja.
" Maaf om tante Nara pulang nya malam soal nya tadi saya ajak jalan dulu"ucap dengan sopan.
Mendengar ucapannya aku langsung menatapnya tajam.
"Kenapa tidak izin dulu?" Tanya papa.
"Maaf om" Luruhnya.
"Nara kamu masuk" Perintah papa padaku.
"Iya pa" Jawabku dengan menatap Reyhan.
"Kamu siapanya Nara?" Tanya mama setelah aku masuk padahal aku nguping.
" Saya pacar nya Nara tante" Jawabnya dengan PD.
"Memang kamu mau sama Nara?" Tanya papa.
"Memang kenapa om?"tanya Reyhan bingung.
" Kamu ganteng, dia cantik saja nggak pendek iya"jawab mamah jelekin aku.
Aku sampai tepok jidat. Namun tiba-tiba adikku datang dengan menepuk pundakku.
"Aldi, ngagetin saja kamu"kesalku.
" Lagian kakak ngapain nguping?bilangin papa. "Ucapnya.
Aku pun pergi dengan wajah kesal karena papa dan Aldi juga.
Reyhan sampek nahan senyum gitu.
Akhir nya aku marah.
Aku masuk kamar dan langsung pergi mandi, tapi saat aku keluar dari kamar mandi mamah masuk ke kamar.
"Ra kamu sudah makan?" tanya mamah sambil duduk.
" Udah mah"jawabku tanpa menoleh karena sedang mengeringkan rambut.
"Dia itu siapa?" tanya mamah
Aku pikir mamah percaya kalo Reyhan pacar ku eh ternyata enggak.
" Dia bos Nara mah"jawabku jujur.
"Oh... dia kayaknya suka sama kamu"ucap mama membuat aku menghentikan kegiatanku mengeringkan rambut.
"Nggak mungkin mah, nara jelek"ucap ku lalu duduk di sebelah mama.
"Siapa bilang?" Tanya mama.
"Mama sama papa yang bilang" Jawabku.
"Kamu ini kami kan cuman bercanda" Ucap mama sambil mengusap rambutku.
Akhirnya aku pun cerita kan semua nya sama mamah. kenapa aku bisa di antar pulang Reyhan.
"Tapi kok perasaan mamah pernah ketemu sama dia, tapi di mana ya? "ucap mamah
Pasti lah mamah ngerasa pernah ketemu,kan dulu Reyhan sering nganterin aku pulang waktu sekolah. Aku cuman senyum aja dengerin omongan mamah.
"Ya udah tidur sana, udah malam besok kamu kerja kan?" Titah mama.
" Iya ma, yaudah aku bobo mah"
Mamah pun keluar setelah mengecup kening ku.
Paginya aku sudah siap untuk berangkat kerja dan langsung turun untuk sarapan, namun baru saja aku duduk tiba-tiba Aldi berkata
"Kak bagi duit dong, kan udah gajian"sambil menikmati turunkan alisnya.
Dia tau aja aku udah gajian.
"Enak aja"jawabku sambil makan roti.
"Pelit amat sama adik sendiri"kesalnya.
"Biarin, kalo mau ada syarat nya"ucapku.
" apa?"tanya nya
"Anterin kakak ke kafe baru nanti di kasih duit"titah ku
"Memang aku tukang ojek, minta jemput saja sama pacar kakak"jawabnya dengan santai.
"Pacar,siapa pacar kakak?" tanya ku bingung.
" Cowok semalem yang nganterin balik"jawabnya.
"Enak aja kalo ngomong"marahku.
Baru juga Al mau jawab keburu di potong sama mamah
"Sudah pada makan jangan berantem mulu"ucap mamah.
Akhirnya kami pun makan.
Disinilah sekarang aku berada di kafe kembali bekerja. Dengan diantar papah. Aku pun bekerja seperti biasa.
Saat istirahat ku coba cek ponsel ku ternyata ada chat masuk dari Ayu.
@Ayu
"Ra balik kerja jemput aku di rumah ya"
@me
"ngapain? gue ga bawa motor."
@Ayu
" gue mau curhat,naik apa kek"
"lo harus ke rumah"
@me
"ok, jam 3"
Setelah membalas chat Ayu aku langsung menyimpannya lagi dan keluar untuk mulai kerja lagi karena jam istirahatnya sudah beres.
Jam pulang pun tiba dan aku pun bersiap siap untuk ke rumah Ayu sesuai janji. Saat sampai rumah Ayu,ku lihat dia dengan mata sembab sepertinya habis menangis.Ayu minta ke rumahku,selama di rumah Ayu menangis dan setelah puas nangis dia baru bercerita ternyata cowoknya selingkuh.Aku cuman bisa bilang sabar karen aku nggak tau perasaan nya gimana karena selama ini aku tidak pernah pacaran.