Bab 6

1164 Kata
Setelah menjemput Ayu dan Ayu minta ke rumah, sesampainya rumah Ayu langsung menceritakan apa yang membuatnya sedih. Ayu baru saja putus dengan cowoknya yang sudah selingkuh darinya.aku tidak bisa berkata apa-apa karena aku belum pernah ngalamin. Aku cuman bisa ngasih semangat saja. Keadaan Ayu sudah mulai membaik mungkin karena sudah keluar juga unek-unek dalam hatinya. Namun, setelah makan malam tiba-tiba ponsel Ayu berdering ada panggilan masuk. kring.... kring..... Ayu langsung mengangkat panggilan itu, "Halo ya ada apa?"ucapnya pada orang yang menelepon. ............ " Oh.... ok gue ke sana sekarang"jawabnya lagi. Setelah Ayu selesai menelepon aku langsung bertanya "Siapa?" Ayu menghela napas sebelum menjawab pertanyaanku " Temen gue,dia bilang kak Doni masuk rumah sakit" "Kok bisa?" tanya ku penasaran. " Gue juga nggak tau, lo antar gue ke rumah sakit dah"pinta nya "Ya udah,gue izin sama bokap nyokap dulu"jawabku lalu keluar kamar untuk menemui kedua orang tuaku. Setelah dapat izin akhirnya aku temani Ayu ke rumah sakit untuk bertemu kakak nya. Namun,saat sampai rungan kak Doni aku di buat kaget karena di sana ada Reyhan, bang Irfan dan cewek cantik, aku nggak tau siapa dia. "Ayu" panggil Reyhan. Ayu cuman melirik sekilas dan langsung menghampiri kakak nya, "Lo kenapa sih kak bisa babak belur kaya gini? tanya nya. " Gue enggak apa ko udah biasa ini"jawab kak Doni sambil cengengesan. "Terus ngapain lo nyuruh ngabarin gue?" Tanya Ayu kesal. "Buat bayar tagihannya" Jawabnya seenaknya. "Lo suruh temen lo saja yang bayar, mereka pada tajir ini"ucap Ayu sambil melirik orang yang ada di ruangan ini. " Dia kakak lo Yu, jadi lo yang tanggung bayar"ucap bang Irfan. Selama Ayu terus berdebat dengan kakaknya aku hanya diam tak sengaja melihat Reyhan yang bersama cewek cantik di sampingnya. Aku lihat tuh cewek nempel terus sama Reyhan. Namun, seperti Reyhan menyadari kalau aku dari tadi memperhatikannya,dia pun melirik ku. Aku langsung berpaling karena tidak mau ketahuan memperhatikannya. Tapi tiba-tiba Reyhan menghampiriku dan berkata, "Bisa ngomong berdua" "Eh....ada apa ya pak?tanya ku kaget. Namun Reyhan langsung menarik tangan ku keluar tanpa menjawab pertanyaanku. Semua orang langsung melihat ke arah kami bahkan cewek yang bersama Reyhan tadi menatapku dengan kesal. Disini lah sekarang aku berada,di taman rumah sakit. Aku cuman duduk menunggu Reyhan bicara, namun dia tidak bicara hanya diam. Karena aku kesal juga nunggu dia bicara akhirnya aku yang mulai buka suara. "Kalo cuman buat diem mending aku pergi aja deh pak , disini banyak nyamuk"ucap ku sedikit kesal. Reyhan pun melirik ku. Lalu berkata, "Di calon tunangan ku" Aku kaget saat dia bilang kalau cewek yang di dalam itu calon tunangannya. Sakit pasti tapi aku tidak bisa marah karena aku sadar siapa aku buat dia. "Oh jadi dia tunangan bapak,cocok ko dia cantik"ucap ku mencoba biasa saja. "cantik itu relatif Ra"ucap nya. "iya aku tau pak, terus sekarang bapak ngajak aku bicara hanya mau ngasih tahu kalau dia tunangan bapa, apa hubungannya sama saya?" Kataku dengan hati kesal. Ku hembuskan napas lalu berkata lagi "mending sekarang kita balik ke ruangan, aku takut nanti dia marah dan salah paham, bapak tenang saja aku tidak akan gosipan bapak ke karyawan kafe" Reyhan menatapku dengan tatapan kesal aku tidak tahu dia kenapa, lalu dia berkata "Nggak usah balik ke ruangan,mending sekarang kamu pulang,aku antar " Aku menautkan kedua alisku karena tidak mengerti dan minta penjelasannya kenapa ngajak pulang dan mengantarkan aku. Namun bukannya menjelaskan Reyhan malah langsung menarik tanganku dan membawaku ke parkiran mobil. Aku terus mencoba melepaskan tanganku namun tidak bisa, sampai di parkiran dia baru melepaskan tanganku dan aku langsung menolak ajakannya, "Nggak usah nanti ceweknya nyariin"tolak ku dengan kesal. Reyhan pun tarik nafas dan berbalik menghadap ku. "Dia memang calon tunangan ku, tapi bukan cewek yang aku suka" Bentaknya. Aku mundur satu langsung karena kaget. Reyhan pun sepertinya kaget dengan nada bicaranya dia pun mencoba meraih tanganku namun aku menghindar. "Hanya kamu yang aku suka dan sayang Ra"ucapnya lirih. Aku kaget mendengar ucapannya, namun bukannya senang yang aku rasakan tapi sedih. Akhirnya aku mencoba pergi dari hadapannya,namun Reyhan sudah menarik tanganku dan berkata "aku antar pulang". Akhirnya mau tidak mau aku diantar pulang oleh Reyhan dan aku sudah mengirim pesan pada Ayu kalau aku pulang duluan. Selama di perjalanan aku hanya diam dan melihat ke luar. Reyhan pun tak banyak bicara. Setelah sampai depan rumah aku turun dan tak banyak bicara. Aku masuk dan hanya ada Aldian yang masih bangun. "Belum tidur" Tanyaku padanya. "Nungguin lo, karena lo udah balik gue tidur" Ucapnya lalu masuk kamar. Aku pun masuk kamar dan langsung aku rebahan. Ku tatap langit-langit kamar dan tak terasa air mataku jatuh begitu saja. Perasaanku saat ini tak menentu karena aku bahagia laki-laki yang selama ini aku suka bisa membalas perasaanku tapi kenapa dia memberitahuku disaat dia sudah memiliki tunangan. Ku lampiaskan dengan menangis sampai aku ketiduran. Pagi harinya aku di bangunkan oleh suara mamah yang manggil manggil ku, "Nara kamu bangun ini sudah siang kamu nggak kerja apa?"teriak mama. aku langsung bangun lalu melihat jam di samping tempat tidur, sudah menunjukan pukul enam pagi. Aku langsung bangun dan bersiap-siap agar tidak kesiangan. Namun saat aku melihat wajahku di kaca aku kaget karena mataku bengkak. Aku pun turun mengambil air es untuk mengompres mataku agar tidak bengkak. Setelah cukup aku pun langsung berangkat tanpa sarapan. Sampai nya di kafe aku bener bener kesiangan. " Tumben baru datang" Tanya Mila. " Semalam aku ke rumah sakit temenin Ayu jadi kesiangan deh"jawabku. "oh... kirain udah pacaran"ucap nya mengodaku. "Sialan lu , udah ah gue ganti baju dulu" Ucapku lalu pergi masuk. Saat jam makan siang aku di buat kaget karena tiba-tiba ada orang yang menumpahkan jus strawberry ke kepalaku. "Ah… " Kaget ku. "Siapa sih" Ucapku sambil melihat pelakunya. Namun tiba-tiba ada tangan yang mendarat di pipiku. " Nara"kaget Mila. Ternyata itu adalah Donita tunangannya Reyhan. "Eh cewek sialan lo jangan pernah deket deket sama cowok gue ya"bentaknya. " Aku bisa jelasin mbak, gak usah seperti ini"ucap ku. "Gak ada yang harus lo jelasin karena gue tahu siapa lo" Ucapnya dengan marah. Tiba-tiba Mila datang dia membela aku "Maaf mbak, mbak jangan buat kerusuhan seperti ini, kita bisa bicarakan baik-baik" "Baik-baik maksud lo" Tersenyum miring "asal lo tau, temen lo itu sudah menggoda tunangan gue jadi wajar gue marah"ucapnya. " Tunangan"ucapnya Mila. "Iya tunangan gue, owner di kafe ini" Katanya dengan sombong. "Maksud lo Pak Reyhan?" Tanya Mila. "Iya" Tiba-tiba Reyhan datang dan langsung menarik tangan Donita dengan kasar dan berkata "lo ikut gue" Mereka pun pergi dan aku pergi ganti baju. Setelah aku beres ganti baju tiba tiba Mila muncul. "Lo nggak apa-apa,itu pipi lo merah?"tanya Mila " Gue nggak apa-apa Mil"jawabku sambil menyentuh pipiku. "Itu cewek beneran tunangannya pak Reyhan, rese banget" Kesalnya. "Mil, sekarang lo balik ke depan gih, nanti saja gue ceritain oke" Ucap ku karena jujur aku masih kesal. "Oh, oke deh, lo disuruh balik sama bang Irfan, gue kesini mau ngasih tahu itu" Ucapnya. "Ya sudah makasih ya, gue balik deh kalau begitu" Jawabku. Akhirnya aku pun pulang dengan perasaan kesal dan malu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN