Kebaikan Nadia

1957 Kata

Sofia menangis, air matanya tak bisa berhenti keluar karena rasa takutnya. Sofia ingin kabur dari situasi ini, ia takut pria-pria itu melakukan hal mengerikan padanya. Mulut Sofia refleks berteriak meminta tolong, dengan suaranya sekeras mungkin, sampai terdengar serak. Sayangnya, lokasinya sekarang cukup jauh dari perumahan, sangat sepi dan cukup gelap. "Tolong lepasin saya, saya cuma numpang lewat. Ampun.." ucap Sofia setelah pria-pria itu tertawa melihatnya berteriak minta tolong seperti orang bodoh. "Kami nggak akan macem-macem, nggak akan nyakitin kamu. Kami cuma main kamu temenin kami, enak kok sayang, jangan takut." ucap salah satu pria dengan rambut gondrong, perut sedikit buncit dengan mengenakan kaos hitam dan jaket denim yang tampak robek-robek.  "Iya, kami janji nggak ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN