"Ngapain kamu kesini?" Kaila meneguk ludahnya kasar kala sosok Kak Iwan berdiri di depannya dengan tatapan tidak seperti biasanya. Tentu saja ia tahu apa penyebab perubahan ekspresi Kak Iwan. "Aku kesini cuma mau ngasih ini ke Kakak," ujarnya dengan tangan terulur, memberikan kunci sepeda motor berbandul logo BTS, pemberian Kaila. Kak Iwan menghela nafas sebelum pada akhirnya mengambil kunci sepeda motor yang Kaila sodorkan. "Pantesan dari tadi dicari gak ketemu, ternyata ada di kamu," ujar Kak Iwan penuh kelegaan. "Tadi, kunci sepeda motor Kak Iwan ada di mejaku." Kak Iwan mengangguk. Ia lupa jika tadi pagi, saat dirinya menemui Kaila yang kata Anita, kalau Kaila tengah sakit, ia meletakkan kunci sepeda motornya di meja Kaila. "Aku lupa," gumamnya pelan. "Untung aku yang nemuin,"

