Airin segera masuk ke dalam ruangan ayahnya tanpa peduli Kinanti yang menatapnya dengan tajam dan penuh amarah. Airin duduk di kursi tanpa ada rasa bersalah dan dia memandang ke arahnya yang terlihat penuh amarah. Airin pun buka suara ingin tahu apa yang ayahnya ingin. "Ada apa Pa? Apa ada masalah kalau tidak ada Airin mau ke kantor Tuan Verrel. Karena saat ini ada pembahasan mengenai kontrak kerja kita," jawab Airin dengan tenang. "Apa Tuan Verrel sudah mengatakan kepadamu kalau sabtu ini dia ingin bertemu denganmu ? Apa kamu sudah setuju untuk bertemu dengannya? Papa sudah setuju Kalau kamu tidak setuju Papa tidak peduli kamu harus setuju." "Dan satu hal lagi kalau mau bahas masalah pernikahan atau yang lainnya. Biar Papa yang urus. Kamu tinggal beres saja. Dan kamu jangan khawat

