Bab 19. Perselingkuhan Terungkap

1334 Kata

Airin tidak bisa berkata-kata dia akhirnya mengikuti apa yang wanita tersebut katakan. Dia adalah Kinanti. Kinanti datang untuk menemui dirinya dan dia ingin bicara dengan Airin. "Baiklah, kita duduk di sini saja. Aku tidak mau ke tempat lain," jawab Airin dengan sikap yang sudah muak dengan Kinanti yang seolah-olah teraniaya. "Ya sudah tidak apa-apa," ucap Kinanti mengusap rambutnya Airin. Akan tetapi, Airin menggerakkan kepalanya agar tidak dielus oleh Kinanti. Melihat penolakan Airin tentu saja Kinanti menyerngitkan keningnya dia heran kenapa Airin bersikap seperti itu. Keduanya duduk dan belum ada yang buka suara. Airin yang sudah malas untuk duduk bersama Kinanti akhirnya buka suara. "Mau apa?" Kinanti tersenyum dan menyentuh tangan Airin. "Airin, saya tahu kamu memblokir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN