Suara-suara yang aku dengar dari dapur tentang apa saja yang dibicarakan oleh Mas Panji dengan Kak Maya di luar sana membuat kepalaku serasa mendidih dan siap meledak kapan saja, bahkan ingin rasanya aku melemparkan air kepala yang sudah ku masukan ke atas wajan beserta bumbu yang juga sudah tercampur di dalamnya ke arah mereka berdua agar mereka berhenti berbicara dan mengumbar kemesraan di belakangku. Padahal aku sendiri sedang bersusah payah untuk memasak di dapur ini, tapi mereka malah asik mengumbar kemesraan! Padahal aku saja semalam belum sempat melakukan apa-apa dengan Mas Panji, jangankan melakukan hubungan layaknya suami istri pada umumnya. Untuk sekedar bermesraan saja tidak bisa. Menyebalkan sekali! Entah kapan aku akan mendapatkan kesempatan untuk bermesraan dengan Mas Pan

