Suara langkah kaki setengah berlari terdengar begitu nyaring di telinga, namun aku memilih abai dengan semua itu. Merasa belum saatnya untuk aku keluar dan membuat Amira merasa lebih panik lagi. "Mas, bagaiman ini? Ikan dan ayamnya benar-benar sudah mau basi, baunya saja sudah tidak enak seperti ini." Hoek ... Hoek Aku tersenyum jahat saat mendengar suara Amira yang sepertinya sedang menahan mual di dapur, dasar ceroboh! Kenapa dia tidak ingat kalau membeli bahan-bahan itu di dalam keranjang belanjaan, kalau sudah begitu, pasti hal itu juga akan mempengaruhi sayuran lain yang ada di dalam keranjang yang sama. Ini benar-benar kesempatan yang baik untuk membuat mereka senam jantung, Mas Panji dan Amira tidak tahu saja kalau aku adalah seorang yang sangat pandai memainkan peran. "Aduh

