27. Topeng Yang Terbuka

1113 Kata

Raline memandangi bekas memar yang masih tersisa di wajahnya. Ia menghela nafas ketika melihat warna memar keunguan yang masih begitu nyata di kulit pipinya. Celakanya, hari ini ia harus menemani Rafael membeli buku di mall. Janji itu yang tak mungkin diingkari. Rafael bisa langsung melapor ke Mamanya, lalu segala fasilitas yang ia nikmati saat ini bisa langsung di cabut detik itu juga. Raline tau, Rafael bisa setega itu pada dirinya jika ia tak tepat janji. Raline lalu duduk di depan meja riasnya. Ia terdiam beberapa saat, berusaha menemukan ide untuk menutupi bekas memar di wajahnya. Raline menatap koleksi make up-nya. Ia melirik ke arah koleksi foundation-nya. Ia memilih salah satu foundation yang dirasa paling bisa menutupi bekas memarnya. Kemudian dengan perlahan mengoleskannya di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN