Namun Raline sangat hafal betul jawaban apa yang akan dilontarkan oleh Miko jika ia menegur perilaku kekasihnya itu. Miko pasti akan menggunakan berbagai kesibukannya sebagai alasan tak menghubunginya. Jika ia beradu argumen, kekasihnya itu pasti akan menuduhnya tak pengertian dan egois. Ini memang bukan kali pertama Raline menghadapi situasi ini. Setiap kali hal ini berulang, selalu berakhir dengan permintaan maaf darinya, padahal kesalahan bukan terletak pada dirinya. Entah sejak kapan ia menjadi bodoh karna cinta. Lebih bodoh lagi, ia tak bisa melepaskan diri dari situasi melelahkan ini. Raline membiarkan dirinya terjerat dalam pusara rasa yang menyiksa. Tak mampu melepaskan, tapi juga tak mampu bertahan. Jika ia tak melibatkan hati, mungkin tak akan serumit ini. Mungkin ia tak akan

