Deg! Mendengar kata putus dari bibir Miko, Raline merasa hatinya tiba-tiba begitu sakit. Cukup sakit untuk membuatnya tertegun beberapa saat. Kata itu mampu membuat air matanya berlinang dengan raut wajah penuh kesedihan. Bibirnya bergetar beberapa detik, berusaha menahan isakan tangis. Sekuat tenaga Raline berusaha tak menangis di hadapan kekasihnya itu. "Semudah itukah dia melepaskanku?" batin Raline. Raline mengira hubungannya begitu kuat. Ia pikir perasaan mereka begitu luar biasa hingga kata pisah tak pernah akan keluar dari salah satu diantara mereka. Ia mengira landasan rasa mereka begitu kokoh hingga tak akan melepaskan satu sama lain. Namun perkiraannya itu salah. Miko dengan mudahnya mengucapkan kata pisah. Seolah itu bukan perkara sulit untuknya. Raline tak menyangka pria di

