Raline menatap pantulan dirinya di cermin. Hari ini ia sedang tak dalam kondisi mood yang baik. Mungkin pengaruh tidurnya yang tidak berkualitas semalam. Karena itu, Raline memoleskan riasan seadanya ke wajahnya. Ia tak berselera melakukan riasan yang glamour, cukup riasan sederhana. Cukup enak dilihat dan tak mengganggu mata. Setelah memastikan make up dan busananya hari ini telah rapi, ia lalu segera keluar kamar dan berjalan menuju ruang makan. Raline memang jarang melewatkan sarapan, kecuali jika ia terancam akan terlambat tiba di kampus. Namun kali ini langkah Raline tiba-tiba berhenti di depan meja makan. Ia enggan untuk duduk di sana, apalagi untuk sarapan. Matanya memicing dengan raut tak senang. Ia terdiam selama beberapa saat dalam posisi berdirinya di tangga. Ia menemukan keb

