45. Rintihan Kesakitan

688 Kata

Aku tak mengerti mengapa kehidupan begitu kejam padaku. Seolah semesta tak pernah mengijinkanku untuk mengukir senyuman terlalu lama. Aku dijatuhkan dengan cepat setelah menyecap keindahan rasa. Kejatuhan yang kedalamannya tak pernah dangkal. Selalu meninggalkan kesakitan dan bekas luka yang begitu hebat. Aku pernah ingin menyerah. Mengakhiri hidup yang seolah terus memberikan kesakitan tak berujung. Namun sekali lagi, semesta seakan tak pernah membiarkanku lari dari lubang kesakitan itu. Aku seakan dicengkram dan tak dibiarkan lepas. Bahkan kematian tak dibiarkan untuk direngkuh. Semesta memang menghadirkan Rafael di dalam hidupku. Pria itu memberikanku kehangatan dan cahaya ditengah kegelapan hidup. Dia membuatku percaya jika aku layak untuk dicinta dan mencinta. Ia membuatku yakin jik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN