Raline berjalan menuju dapur, ingin melihat isi kulkas yang ada di sana. Tidak seperti biasanya, ia merasa lapar, padahal waktu masih menunjukan pukul tiga sore. Terakhir Raline makan itu pukul dua belas siang, sehingga dirasa aneh di waktu ini perutnya terasa lapar. Akhir-akhir ini Raline juga merasa konsumsi makanannya terasa lebih banyak dari biasanya. Padahal ia terbiasa mengatur asupan makanannya agar tidak berlebihan. Selama ini Raline menjaga tubuhnya untuk tetap proporsional, sehingga ia mengatur kalori yang ia konsumsi setiap harinya. Namun ia tak bisa mengontrol mulutnya untuk berhenti mengunyah. Raline mengambil beberapa roti, buah apel, dan s**u dari dalam kulkas. Kemudian ia menyantapnya dengan lahap di ruang makan. Seolah itu hidangan istimewa, raut wajah Raline tampak beg

