Raline berbaring ranjangnya sambil menatap sinar mentari pagi yang menembus kaca jendela kamarnya. Setelah hari-hari berat yang telah dijalaninya, Raline baru tersadar jika hidup tak selalu menyajikan hal-hal yang jahat padanya. Kehadiran Rafael adalah buktinya. Peristiwa yang baru saja dialaminya memang tak bisa disebut ringan. Namun kehadiran Rafael memang membantunya untuk bertahan melewati badai dan luka-luka hatinya. Raline masih takut untuk mencinta, tapi menolak dan mengusir Rafael dari hidupnya, tak akan mungkin sanggup ia lakukan. Rafael memang telah menyatakan perasaan tulusnya. Namun Raline belum sanggup mengatakan hal yang sama pada pria itu. Bukan karena ia tak menyayangi Rafael, tapi bibirnya kini kelu untuk mengatakan kata cinta. Bibirnya masih terasa berat, seiring luka

