Reza keluar dari kelas dengan lesu. Tubuhnya kini benar-benar sudah lelah. Kelasnya hari ini penuh bukan main. Sejak pagi sampai sore, semua dosen yang biasanya izin dan hanya memberikan tugas lewat pesan tiba-tiba saja muncul dan memberikan sejumlah penjelasan. Beruntungnya Reza hari ini tidak sibuk dengan masalah BEM dan yang lainnya. Membuat lelaki itu bisa sedikit lebih tenang. Melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam lift, Reza berhenti begitu merasakan ponselnya berdering. Matanya melihat pada lift yang terbuka. Penuh. Lift di dalam sudah penuh dengan adik tingkatnya. Reza yang terlalu malas berdesak-desakan langsung pergi menuju tangga. Merogoh ponsel di saku selana, Reza rasanya semakin lemas melihat nama siapa yang tertera di sana. Papa. “Kenapa, Pa?” tanya Reza tanpa basa-

