~Bukan tentang siapa yang paling lama bertahan, tapi siapa yang paling cepat bertindak~
###
"Jadi siapa yang bersama Rachel malam itu? terus kenapa mereka keliatan begitu mesra?" Bayu mengubah posisi duduknya tertarik dengan foto Lani.
"Saya juga ga tau, kalo Saya tau pasti ga tanya Pak Bayu" Ucap Lani menarik kembali ponselnya, Kemudian menceritakan kembali tentang pertemuannya dengan Rachel dan Alex di minimarket yang sempat terputus karena kedatangan Rendy semalam.
"Apa Kamu yakin Alex yang bersama Rachel?"
"Saya inget banget Pak, Saya kan ribut sama mereka, gara-gara itu Saya hampir nabrak mobil Pak Bayu"
"Kita ga bisa cerita langsung ke Rendy, karena Saya tau seberapa percayanya Rendy sama Rachel, harus ada bukti yang lebih kuat kalau mau bilang Rendy"
"Saya sih sebenernya males ikut campur urusan pribadi Pak Rendy, cuma yang Saya khawatirin hubungan mereka ada kaitannya dengan perusahaan Andromeda"
"Untuk sementara Kamu ga usah macem-macem dulu, biar orang Saya yang akan selidiki, nanti Kamu kirim file tadi ke wasap Saya" Lani manggut-manggut menyetujui perintah Bayu.
"Makasih ya, Kamu sudah mau care sama Rendy" Lanjut Bayu lalu mengusap pucuk kepala Lani. Lani tidak mengelak diperlakukan seperti itu, Ia nyaman saja karena Bayu bukan tipikal pria yang kurang ajar hanya kadang suka tiba-tiba berlebihan menurutnya.
"Atas dasar kemanusiaan" Lani tersenyum lebar, dibalasnya senyuman Lani yang menurut Bayu selalu membuat siapapun di sampingnya bersemangat, mungkin aura positif Lani menular disekitarnya.
Lani berdiri dan mengibaskan roknya yang terkena pasir pantai "Balik yu Pak, udah mau magrib nih, pesawat Saya jam 10 take off, nanti Pak Rendy nyariin Saya terus ngomel deh kalo ga ada"
Bayu tertawa mendengar gerutuan Lani, Rendy itu tipe Pria yang tidak suka basa-basi dan jarang bicara, tapi sikapnya ke Lani menurut Bayu seperti ada kemajuan, agak lebih cerewet mungkin karena Lani juga ga segan menjawab perintah Rendy yang bikin Rendy kesal.
Ia ikut berdiri kemudian berjalan bersisian kembali ke hotel "Kalau Saya ke Jakarta, Kamu temenin Saya jalan-jalan di sana ya!"
"Pak Bayu minta atau perintah nih?"
"Tergantung Kamu nanggepinnya?" Bayu masih bersikap hangat. Mereka bersaudara tapi sangat berbeda sifatnya, ya wajarlah karena beda orang tua. Ayah Rendy dengan Ibu Bayu merupakan adik kakak, anak dari pasangan Sandy Hartawan dan Helena, sesuai namanya mereka termasuk orang paling kaya di Indonesia
"Ga mau ah, cape kalo jalan" Lani tersenyum menggoda Bayu.
"Maunya Aku gendong?" Bayu tak mau kalah dengan gurauan Lani, salah orang jika Lani pikir Bayu tak akan membalas dengan gombalan. Bayu memasukan tangannya ke saku celana.
"Kayak kuat aja angkat Saya" Lani tertawa renyah masih menggoda Bayu, Ia senang Bayu sangat supel tidak mudah baperan padahal mereka baru kenal di sini.
"Nantangin!" Tanpa di duga Bayu langsung mengangkut Lani bak karung beras di pundaknya, Ia beelari ke arah hotel lewat pintu khusus memanggul Lani.
"Eh eh, turun Pak Bayu, Saya cuma bercanda" Lani memukul-mukul badan Bayu agar diturunkan, tapi tak di hiraukan Bayu hingga sampai pintu kamar Lani. Orang-orang yang melihatnya hanya tertawa melihat Bayu memanggul Lani, termasuk bawahannya. Sejak putusnya Bayu dengan kekasihnya mereka jarang melihat bosnya itu tertawa lepas.
Rendy melihat Bayu menurunkan Lani di depan pintunya, Ia memicingkan mata melihat ulah sepupunya itu.
"Yaudah Kamu masuk sana, mandi yang wangi, nanti biar Saya yang anter kalian langsung ke Bandara" Ucap Bayu setelah menurunkan Lani "Atau masih mau mencoba kekuatan Saya di dalam sana?" Bayu menaik-turunkan alisnya sambil melirik ke dalam kamar Lani.
"Ga mau, dasar m***m!" Lani segera membuka pintu kamarnya dengan cepat, takut Bayu kembali melakukan hal yang tak terduga lagi, ketika Lani akan menutup pintu Bayu menahannya.
"Eh mau ngapain?" Lani segera memprotek dirinya. Bayu mendekatkan wajahnya ke wajah Lani sehingga tercium aroma maskulin dari tubuh Bayu, jujur saja mendapat tatapan seintens ini Lani deg-degan, Ia menahan nafas dan memejamkan matanya keras-keras.
"Muka kamu merah, udah sana masuk" Bayu menepuk pipi Lani pelan lalu tertawa melihat tingkah Lani yang menggemaskan, barulah Lani menghembuskan nafasnya lega, Ia segera mengunci pintu kamarnya.
"Jadi sekarang selera Lo udah berubah?" Rendy menyilangkan tangannya di d**a.
"Why? She is beautifull, sweet and honest" Bayu menghampiri Rendy
"Its Oke, menurut Lo cewek macam dia masih single?" Rendy mengingatkan Bayu.
"Gue ga peduli dia singel atau double, yang pasti Dia anaknya ngangenin" Rendy memegang jidat Bayu.
"Normal!"
"Si*al, ya normal lah!, udah sana Lo siap-siap, mana Rachel?" Bayu melongokan kepalanya ke dalam kamar Rendy.
"Udah balik penerbangan sore tadi"
"Tumben, biasanya nempel terus?"
"Katanya ada casting jadi duluan balik!" Bayu tertawa mendengarnya teringat foto yang Lani tunjukan tadi.
"Kenapa Lo ketawa? ga jelas!"
"Lo gak mau cari pacar yang lain? betah banget sama Rachel" Rendy memutar bola matanya jengah, Bayu itu tidak pantang menyerah mementang hubungan Rendy dan Rachel.
"Ga ada bahasan lain? itu lagi" Bayu tersenyum smirk, belum saatnya Ia membongkarnya sekarang.
"Kecuali Lani mau coba jadi selingkuhan Gue, bisa Gue pertimbangkan!" kali ini gantian Rendy mengejek Bayu karena Ia tau Bayu mengincar Lani.
"Secara sehat, boleh kita bersaing, dengan catatan kalo Lo benar-benar jatuh cinta sama Lani, Lo harus tinggalin Rachel" Rendy tertawa menyepelekan Bayu. Ia yakin dengan sangat mudah akan membuat Lani jatuh cinta padanya.
"Buat Gue gampang aja bikin cewek tergila-gila sama Gue" lagi-lagi Rendy meremehkan Lani, Ia belum tau seorang Lani Wira Atmadja bahkan sudah memiliki kekasih "Lagian, posisi Gue lebih sering ketemu Lani ketimbang Lo"
Bayu tertawa melihat Rendy, Ia berhasil membangkitkan sisi petarung seorang Rendy, tapi Rendy lupa kalau Ia sendiri yang menugaskan Lani untuk stay di Bali selama proyek mereka di Bali berlangsung.
"Jangan lupa, Lani akan lebih sering bersama Gue di sini" Bayu tertawa meninggalkan Rendy, sial, Ia lupa sudah memerintahkan Lani untuk stay di sini, masa iya harus membatalkannya hanya karena taruhan mereka.
Bayu duduk di kursi kemudi, saat Bayu memerintahkan Lani untuk duduk di sampingnya Rendy melarang dengan alasan mau membicarakan pekerjaan, padahal sepanjang perjalanan tidak membicarakan pekerjaan sama sekali.
Lani merasa heran dengan sikap Rendy dan Bayu, tapi Ia malas untuk memikirkannya lebih memilih membalas pesan-pesan masuk di ponselnya atau sekedar melihat instagramnya sampai akhirnya ia terlelap di mobil.
Rendy memerhatikan bawahannya itu, sebenarnya jika di perhatikan Lani jauh lebih cantik daripada Rachel, hanya saja dia tidak menonjolkan kecantikannya, Ia lebih suka memoles wajahnya dengan riasan natural.
"Ehmmm, ada yang siap bersaing sama Gue nih" Ucap Bayu menyadarkan lamunan Rendy. Bayu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rendy yang kegep sedang memerhatikan Lani. untung saja orangnya tidak bangun mendengar ucapan Bayu.
Wajib banget buat komen ya, supaya authornya semangat, mamaciiiii