Jakarta "Apa yang akan kita lakukan kepada keluarga Janah, Yah?" tanya Sultan kepada kiyai Abdullah Basir. "Biarkan saja, yang terpenting mereka sudah mendapatkan balasan," ucap kiyai Abdullah tenang. "Tanpa melakukan apapun?" Sultan menatap tidak percaya. "Tentu, saja. Kau harus belajar untuk memaafkan orang lain. Mereka memang bersalah. Tapi bukankah kita juga pernah melakukan kesalahan? Bahkan sering bukan?" Kiyai Abdullah memasukkan tasbih yang di pegangnya ke dalam saku baju gamisnya dan duduk di samping putra sulungnya itu. "Sekarang biasakan panggil Abi, agar Dafa juga terbiasa," pintanya. "Baik, Bi." "Apa kau tahu, apa alasan dibalik Abi mengijinkan kalian mengenal dunia luar?" tanyanya serius. Sultan tahu betul, kalau setiap kata yang diucapkan abinya adalah ilmu atau ses

