30 Raut wajah Gadis seketika berubah terkejut sekaligus takut, saat melihat siapa yang datang dengan netra berkilat merah. "Juna..." Dalam keadaan amarah yang sudah naik diatas ubun-ubun. Juna masih diam menatap Gadis. Lalu pandangannya itu menyapu turun⸺menelisik ke arah dua tangan Gadis yang masih mengeratkan baju seragam akibat kancing yang sudah terlepas semua. Tersenyum miring, Juna seakan masih sulit mempercayai apa yang sedang dilihatnya saat ini. Mantan dan kembarannya tengah berada di satu atap apartemen dengan keadaan yang membuat siapapun melihat berpikir yang tidak-tidak. "Aku gak nyangka. Kamu ternyata hebat juga ya." Juna berujar dengan raut sinis sekaligus jijik terhadap Gadis. "Demi uang, Kamu rela lakuin apapun. Bahkan kamu juga gak perduli siapapun itu orangnya..."

