Keramahaan Anjas

1604 Kata

“Jawab dong Nia!” pinta Dalia tak sabaran. “Anu … gimana ya?” Nia menggaruk tengkuk yang terhalang oleh hijab. Bingung sendiri apa yang ingin dijawab. “Jangan coba-coba bikin anak orang baper!” tegur Juanda. Anjas memang terlihat seperti playboy. Mulut manis, lidahnya sangat lentur ketika sedang menggoda, tak pandang siapa itu, semuanya di goda. Jika di kantor ada Tata yang menjadi sasarannya, bahkan semua perempuan yang ada di kantor sangat care dengannya. Mungkin jika kelak ada perempuan yang berjodoh dengan Anjas, harus tebalkan telinga, hilangkan sensitif dan kurangi rasa cemburu karena Anjas terlalu ramah pada siapapun. “Gua cuma ikut alur doang,” ujar Anjas lempeng membuat Nia tersenyum menghela napas. Untung aku gak baper. Coba kalau tadi aku sempat menggunakan perasaanku, sung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN