Buket Bunga

1411 Kata

“Di mana motormu?” tanya Alma pada Nia. Di halaman rumah tak ada satupun motor, hanya ada dua mobil milik Anjas dan Dika. “Di rumahmu yang di PIK. Aku ke sini sama Pak Anjas.” Nia menoleh ke arah Anjas yang sedang mengobrol dengan Laras. Alma tersenyum mengangguk kepala. “Kamu gak suka kan sama Pak Anjas?” Nia tersentak, mendadak jadi salah tingkah. “Apa maksudmu? Siapa yang suka?” “Saya hanya menebak saja.” Mata Alma untuk pertama kali fokus memandang Anjas yang masih asik dengan Laras, bahkan mereka saling menjahili dan tertawa bersama. “Dia laki-laki yang over ramah. Gak pandang bulu, mungkin bagi sebagian perempuan memandang Pak Anjas ini laki-laki yang care, enak bergaul, asik kalau dijadikan pasangan. Tapi bagi sebagian perempuan, gak terlalu suka, takutnya hati mereka gak sanggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN