Tamu Tanpa Diundang

1700 Kata

“Kamu gak ke kantor hari ini?” tanya Pak Danu melihat Juanda masih duduk di ruang TV bersama dengan istrinya. “Enggak, Pa. Aku kerja di rumah.” “Tumben.” “Salah saja aku di mata, Papa.” “Sudahlah, Pa! Biarkan mereka bermesraan,” tegur Bu Dian agar suaminya tak melanjutkan ocehannya. “Pa, aku tumpang sama Papa ya.” Laras datang dengan tas dan buku di tangannya. “Belajar yang rajin, jangan sampai matanya jelalatan lihat laki-laki!” ujar Juanda tak pernah bosan mengingatkan adiknya untuk fokus sekolah bukan pacaran. Juanda sangat menjaga adiknya, sampai-sampai jika ada laki-laki yang mendekati adiknya langsung disuruh kutip telur semut baru dapat restu darinya. Bagi Juanda, adiknya masih sangatlah kecil, belum boleh terlibat perasaan cinta terhadap lawan jenis dan juga tak boleh menyen

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN