Juanda panik setengah mati saat istrinya menjerit kesakitan bahkan sampai tak terdengar suara lagi dan pingsan. Gegas Juanda keluar, melihat depan belakang mobilnya ringsek, berdempetan dengan mobil membuat dia kesulitan untuk menuju ke sebelah kiri untuk membukakan pintu. Tanpa pikir panjang lagi, Juanda naik ke badan mobil lalu melompat tepat di samping pintu sebelah sopir. Buru-buru dia membuka dan mengeluarkan istrinya. “Siapapun, tolong istri saya!” teriak Juanda menatap mobil yang selamat dari kecelakaan beruntun. “Mari, Pak, masuk ke dalam mobil saya!” Seorang laki-laki paruh baya menawarkan mobil mewahnya untuk ditumpangi Juanda dan Alma. Suara sirine yang dihidupkan secara tiba-tiba oleh sopir laki-laki paruh baya itu membuat semua orang yang ada di jalan menepi. Mobil melaju

