Bagi yang belum pernah merasakan kematian, aku akan menggambarkannya. Ada sebuah lorong untuk sampai kepada alam kematian, namanya rasa sakit yang tak bisa dilukiskan bagaimana rasanya. Sampai aku bangkit pun, sangat sulit untuk mengingat seperti apa perihnya roh yang tercabut dari jasad itu. Apakah seperti duri yang menjelma menjadi sebanyak hitungan bulu pada seluruh kulit yang kemudian sengaja ditarik paksa satu per satu lalu disiram air garam, atau apakah seperti benda tajam yang sudah berkarat berjumlah ratusan yang kemudian menghujani tubuh kita dengan tusukannya, atau apakah, bagaimanakah, entahlah. Yang jelas, rasanya sangat menyakitkan. Bayangkanlah bagaimana proses lenyapnya roh pada telapak kaki saja, telapak kaki itu harus dipotong-potong dahulu dengan pisau yang tajam,

