Senin, pukul 07.00 Dokter Sandi tergopoh-gopoh berjalan. Informasi ini harus segera disampaikan kepada Fajar, tapi anehnya kenapa sejak semalam ponselnya tidak aktif? Begitu pula dengan Dokter Dedi, tak ada satu pun kontaknya yang bisa dihubungi. Padahal ini gawat. Sesosok mayat tanpa jantung kembali ditemukan di gang sempit, Gunung Sari. Dia ingin memberi tahu mereka agar hari ini harus ada persiapan ekstra di rumah sakit, terutama untuk laboratorium. Biasanya Dokter Fajar yang paling sigap mendengar berita kematian karena dia yang paling banyak mengurus mayat-mayat mengenaskan. Begitu pula dengan Dokter Dedi. Waktu mayat pertama yang kehilangan jantung ditemukan di gang sempit, Sepaku, dialah satu-satunya orang yang berkali-kali menelepon Dokter Sandi. Yang dia tahu, atasannya itu a

