Aku menggedor-gedor pintu kamar Clara. Lampu yang seolah menyala terang tiba-tiba padam akibat suara petir yang sambar-menyambar di luar bagai genderang. Seluruh ruangan dilucuti gelap sedangkan malam ini ditingkahi hujan lebat yang mengerikan. Perpaduan antara angin kencang, air yang tumpah-ruah dari langit dan halilintar itu sudah cukup menggambarkan beginilah sebagian kecil dari amukan alam. Aku tahu Clara sedang tidak baik-baik saja. Kekuatan cinta yang begitu kuat terpatri dalam hatiku membuat naluriku terasah tajam dan seolah bisa mengetahui apa pun tentang dia. Beberapa hari ini, aku sama sekali tak melihat Clara di kampus. Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya. Mustahil tidak. Di tengah gemuruh guntur dan seiring dengan rasa percaya yang mulai luntur, akhirnya kuputuskan untuk

