Di Ambang Kematian

1409 Kata

Senin, pukul 10.15 Komisaris Heri mengeluarkan Rani dengan paksa dari mobil ketika ia parkir di depan sebuah toko. Rani memberontak hebat, kakinya ia hentak-hentakkan dengan cepat, tubuhnya ia guling-gulingkan sekuat tenaga, kepalanya berputar-putar sehingga rambut panjang itu menari semburat di sekeliling wajahnya. Andaikan tangannya tak terikat dia pasti akan memukul-mukul muka komisaris jelek itu. Sesekali Rani melihat lengannya yang berwarna merah darah sembari merasa agak aneh sebab kenapa sama sekali tidak terasa sakit. Komisaris menarik ujung kakinya yang masih lengkap dengan sepatu itu, berusaha menahan amukan seorang anak kecil perempuan, lalu meraih bagian tengah tubuhnya, diangkat, kemudian dibopong pada bahunya yang lebar. Menyadari Rani semakin beringas meronta-ronta dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN