Darian duduk di kursi plastik yang tertaruh di sisi bed IGD di mana Iryana terbaring di sana. Iryana masih belum siuman, tapi sudah dipasang selang nasal dan infusan. Dia terlihat kesal, sedari mereka datang, Iryana hanya diberi penanganan itu saja. Karena memang kondisi perempuan itu hanya pingsan akibat shock, bukan karena kejang, sesak napas, atau kecelakaan. “Priono!” Darian memanggil Priono untuk kesekian kalinya, “Kamu ke suster jaga, tanyakan mengapa dokter belum juga menindak lanjutkan penanganan Yana,” disuruh asistennya menemui perawat di desk tim medis IGD. “Baik, Tuan,” Priono tidak membantah. Dia sudah berkali disuruh ke tim medis IGD atas perintah Darian, hasilnya tidak ada perawat atau dokter menindak lanjutkan menangani Iryana. Dia segera menuju desk tempat tim medis b

