Bisma melepas ciumannya, dipandangin Irma dengan pilu merasa menyesal akibat hatinya masih ada cinta untuk Iryana, dia tidak bisa membalas semua kesakitan Irma ke Iryana. “dokter,” sayup Irma bersuara karena suasana menjadi hening setelah sang dokter melepas ciuman dibibirnya. “dokter, Anda di mana?” dia mengira pria itu tidak lagi bersamanya. Bisma terkesiap, lantas satu tangannya mengusap wajah gadis ini, “Aku masih di depanmu, sayang,” dia pun bersuara agar Irma mengetahui keberadaannya yang masih di depan sang nona. Irma menghembuskan napas lega, lantas, “dokter, ayuk bantu Irma berlatih jalan lagi,” dia meminta sang dokter melanjutkan melatihnya berjalan. Bisma tersenyum segera merangkul pinggang si nona dari belakang, lantas tangan lain gadis ini digenggamnya. “dokter?” Irma te

