Darian terbirit mengejar Iryana yang histeris saat melihat live streaming di ponsel yang mempertontonkan pembakaran barang-barang tersebut dan berlari ke mobilnya yang terparkir di basement tiga. “Yana!” Darian berhasil menyusul anaknya, “Jangan gegabah,” dia minta sang anak tidak melakukan tindakan gegabah, “Kamu bisa celaka.” Dicengkram kedua lengan perempuan ini. Iryana cepat melepas kedua tangan ayahnya ini, “Yana tidak perduli itu, Papa,” tukasnya dengan suara kesal, “Yana harus menyelamatkan barang-barang Yana!” jeritnya segera menghela sang ayah dari hadapannya, bergegas lari menuju mobil BMW miliknya yang berwarna merah cabe. Darian kembali terbirit mengejar anaknya ini, dia takut semua yang terjadi jebakan untuk si anak karena tadi putrinya mendapat paket mengerikan dengan pes

