Berkebalikan

1010 Kata
" Aida, aku rindu sekali denganmu ", tiba tiba Bayu mantan suaminya langsung masuk dan memeluk erat dirinya. Aida yang ketakutan mengkerut badannya di peluk oleh mantan suaminya. Sungguh gemetar sekali badannya ketika tiba tiba Bayu muncul di hadapannya. Bayu merasa getaran tubuh mantan istrinya. Dia lepas pelukannya dan dia lihat istrinya yang menggigit bibir dengan tangan yang gemetar. " Tolong Aida, jangan seperti itu sikapmu padaku. Aku benar benar menyesali kepergianku dan mencarimu terus menerus selama ini ", Bayu menitikkan airmatanya. " Kita sudah bercerai mas, tolong jangan ganggu diriku lagi. Aku ingin menata hidupku yang baru ", Aida berusaha menguatkan dirinya berbicara kepada Bayu panjang lebar. Air matanya luruh tak terbendung ketika dia juga melihat raut wajah sendu suaminya. Sungguh, meskipun dia sudah berusaha mengenyahkan bayangan Bayu selama ini, tetap saja 7 tahun jejaknya masih menancap kuat di hatinya " Duduklah dulu, aku buatkan minuman untukmu ", Aida membuka pintu lebar lebar dengan pikiran kalau Bayu macam macam dia akan lari keluar. Bayu duduk dan terus mengawasi Aida yang bergerak menuju dapur. Dia berusaha keras mengontrol emosinya agar tidak meledak. Beberapa hari mengawasi mantan istrinya membuat dia bisa menahan diri untuk tidak bersikap berlebihan. " Hanya ada syrup mas, silahkan diminum ", Aida letakkan gelas dengan isi cairan berwarna merah itu di depan Bayu. " Kenapa mas mencari cari aku ? Bukankan pernikahan kita sudah selesai ?" lirih ucap Aida terdengar di telinga Bayu. " Aku ingin kita rujuk kembali Da. Aku ingin memperbaiki sikapku kepadamu.Aku sadar betapa selama ini hanya penderitaan dan kesakitan yang kuberikan padamu. Aku ingin menebus semua itu Da ", sorot mata Bayu terlihat begitu pilu menyiratkan rasa sesal yang mendalam. " Sudahlah mas. Mari kita coba untuk melupakan kenangan kita. Aku tidak bisa untuk kembali denganmu lagi ", tukas Aida. " Kenapa, apa kau sudah menemukan penggantimu, haa..?" suara Bayu naik satu oktaf sambil menatap tajam mantan istrinya. " Ti..ti..dak mas, aku hanya ingin menikmati kesendirianku dulu ", Aida mulai bergetar lagi suaranya mendengar suara berat suaminya.Dia benar benar takut kalau sampai Bayu membuat keributan disini. " Ayolah Da, aku mau berubah demi kamu. Aku tidak bisa hidup tanpamu selama ini . Mau yaa?" Bayu mencengkeram kedua bahu Aida dengan keras. " Sakit mas..", Aida merasakan ketakutan yang amat sangat tatkala melihat sorot mata Bayu. " Aku serius Aida. Tolong bantu aku agar bisa memperbaiki sikapku padamu. Aku mohon..maafkan kesalahanku yang dulu ", hancur hati Bayu melihat Aida begitu ketakutan melihatnya. " Dimana kamu tinggal selama ini ?" kata Aida pelan. " Aku menyewa kamar kost tidak jauh dari sini. Beberapa hari aku memperhatikanmu. Baru ini kukuatkan hatiku menemuimu ", Bayu menjawab sambil menyugar rambutnya ke belakang. " Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu lagi. Tolong, pertimbangkan ucapanku tadi. Aku benar benar mencintaimu Aida ", tatapan memohon Bayu membuat hatinya berdesir. Masih ada cinta di hati untuk mantan suaminya itu. Tetapi tertutup oleh trauma dan kesakitan yang membuat dirinya enggan berbalik ke belakang. " Pulanglah dulu Bayu. Aku capek sekali hari ini ", pinta Aida. " Berikan no hpmu padaku ", Bayu meminta setengah memaksa. Karena takut Aida pun memberikan no hpnya. Dengan cepat Bayu menyalinnya. " Ingat Aida, aku hanya mencintaimu selama ini. Jangan kecewakan aku ", pungkasnya kemudian keluar dari rumah kontrak Aida berjalan kaki ke arah Utara. Begitulah mantan suaminya. Terkadang sifatnya begitu manis dan memujanya. Tapi dalam sekejap dia berubah garang dan menakutkannya. Masalah perasaan Aida menyadari kalau cinta Bayu benar benar untuknya. Hanya watak kasarnya yang kadang diluar kontrol dan sering mengakibatkan dia mengalami luka pada fisiknya. Hilang sudah semangatnya untuk berbelanja hari ini. Moodnya hancur dengan kemunculan tiba tiba Bayu di rumahnya. Aida menatap handphonenya. Ingin dia ceritakan ketakutannya kepada Firman. Tapi kemudian dia urungkan niatnya itu. Dia tidak ingin merepotkan Firman. Terlebih saat ini istrinya sedang hamil muda. Dia tidak ingin membebani pikiran sahabatnya. Dia sadar bahwa Firman sudah banyak membantunya. Tak ingin ia merepotkan orang lain. Biarlah akan dia coba untuk bertahan menghadapi Firman. Setidaknya masa pernikahan 7 tahun membuat dia paham dengan watak mantan suaminya. Sedangkan di Jakarta saat ini Firman sedang asyik memanjakan keluarga kecilnya dengan mendatangi tempat wisata. Mereka melewatkan waktu dengan bersenang senang di sebuah wahana rekreasi keluarga yang terkenal disana. Kegembiraan tercetak jelas di wajah Fatima dan Azka. " Ma, suapin dong kuenya ", Azka keluar dari kolam renang dengan tubuh menggigil menghampiri mamanya. " Dih, mau punya adik masak masih manja gitu kamu ?" kata Fatima. " Mumpung belum keluar dedeknya kak..", tukas Azka dengan cerdiknya. Firman dan Shakira tertawa dengan tingkah dia orang anaknya. " Memangnya Azka pingin adiknya laki atau perempuan sih ?" kata Firman pada si bungsu. " Terserah pa, yang penting jangan suka nangis aja ", jawaban Azka membuat semuanya tertawa terpingkal pingkal. " Memang bayi ada setelannya, biar bisa diatur nangis nggaknya ?" jawab Fatima lagi. " Adik bayi nanti pasti senang punya kakak yang baik seperti kak Fatima dan kak Azka.Doain mama sehat terus yaa, biar adik yang di perut mama juga cepat besar ", Shakira mengelus sayang kedua putranya. " Lanjut yok kak renangnya ", Azka mengajak kakaknya nyemplung di kolam lagi. Firman menatap kedua anaknya yang bermain air dengan riangnya. Kemudian dia tatap wajah istrinya dari samping. Kulitnya yang putih dengan hidung kecil yang mancung dan bibir mungil yang penuh dibingkai oleh kerudung besar warna dusty pink membuat dia tidak bisa menatap wajah istrinya. Perutnya sudah terlihat menonjol di usia kehamilan 4 bulan ini.Firman menduga calon anak ketiganya perempuan. Karena dia melihat istrinya semakin hari semakin cantik dan perangainya yang menjadi manja tidak seperti biasanya tapi Firman malah menyukainya.Dia kecup lembut kening istrinya. " ih mas, dilihat orang tuh ? jadi malu ", Shakira merona pipinya. " Nggak ada yang lihat dik", cengir Firman menatap istrinya. " Habis tambah hari tambah cantik dan menggemaskan saja bumil satu ini ", Firman meneruskan godaannya. Shakira mencubit gemas lengan suaminya. Tapi hatinya bersenandung riang dengan kemesraan yang suaminya tunjukkan. Sebagaimana perempuan lainnya, perhatian dari pasangan hidup adalah hal yang sangat membahagiakan. Semoga Allah selalu memberkahi pernikahan kita mas. Lirih hati Shakira berdoa dengan khusyu' nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN