Kejutan untuk Aida

987 Kata
Aida memulai pagi dengan rasa bahagia. Perhatian dari Firman membuat hatinya terasa melayang, meski setelah itu dia mengubur lagi harapannya. " Dia menolongku hanya karena aku sahabatnya saja. Jangan pernah kamu Aida untuk tertarik padanya ", Aida bercakap sendiri bersama hatinya yang mulai terasa hangat dengan perhatian Firman. Dia membuka jendela kamar dan membersihkan kontrakannya yang sederhana tapi terasa nyaman. Dengan 1 ruang tamu, 1 kamar, dapur dan kamar mandi sudah cukup baguslah untuk dia tempati sendiri. Firman mungkin tidak tega untuk mencarikan kost yang campur atau yang model rumah petak kemarin. Bersyukur sekali dia merasa ada privacy tidak seperti tempat kost dia sebelumnya di Surabaya. Tepat pukul 7 pagi dia sudah keluar rumah. Tempat kerjanya sekitar 100 meter dari tempat tinggalnya. Dia berjalan santai sambil menyangklong tas yang juga berisi bekal makan siangnya. Dia kurang suka beli makanan di warung karena sejak kecil dia pilih pilih makanan. Jadi biar cocok dia memasak sendiri. Sekalian untuk berhemat juga kan ? Dia juga ingin punya usaha sendiri atau minimal bisnis sampingan sambil dia bekerja. Begitu bisnis sampingan jalan dia akan resign dan membesarkan bisnisnya. Dia berjalan sambil tersenyum kecil sendiri membayangkan dia jadi pengusaha. Dia tidak tahu bahwa Bayu ada beberapa meter jaraknya dari dia. Bayu belum menampakkan dirinya. Dia takut kalau Aida lari menghindar seperti kemarin. Jadi dia menyelidiki dulu keberadaan mantan istrinya sambil mencari celah untuk menemuinya. Bayu tidak lelah dan putus asa mencari keberadaan mantan istrinya itu. Rasa sesal, marah, sedih dan kecewa campur jadi satu di hatinya. Dia tidak menyangka Aida berani menggugat cerai dirinya kemarin. Sungguh dia mencintai Aida sepenuh hatinya. Tapi dia juga merasa frustasi dengan keadaannya setelah di PHK . Dia mengakui selama Aida hidup dengannya sudah banyak penderitaan yang dia torehkan di hati mantan istrinya tersebut.Oleh karena itu dia ingin mengajak Aida rujuk kembali dan membantu dia untuk bisa mengendalikan emosinya. Bayu ingin sekali memperbaiki hubungannya dengan Aida. Dia ingin ikut konseling ke psikolog atau bagaimana agar dia bisa mengendalikan sikapnya yang terkadang memang di luar batas dan membuat dia mengalami kesulitan. Cukuplah dia tahu tempat kerja dan kediaman Aida sekarang untuk saat ini. " Assalamualaikum Rina, wah aku keduluan kamu datangnya ", Aida menyapa rekannya yang sudah datang duluan. " waalaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh. Iya, kebetulan suamiku berangkatnya agak pagi jadi aku ya harus ngikutin. Daripada berangkat sendiri bareng bang ojol mending berangkat bareng bang Samsul ", Rina tertawa sambil membuka laptop dan menyalakannya. " Ha..ha..ha..bisa aja kamu.Jelaslah kalau dengan bang Samsul kamu bisa dapat uang dan cinta. Kalau dengan bang ojol kamu harus kasih uang ", Aida membalas lelucon itu sambil tertawa. Alhamdulillah, dia merasa situasi hatinya sudah perlahan mulai membaik. Satu demi satu karyawan lain mulai berdatangan di pabrik snack milik pak Andri ini. Entah apa perasaannya atau bagaimana, Aida belakangan ini merasa seperti ada yang mengawasinya. Tapi tidak ada hal hal yang mencurigakan dilihatnya. Jadi dia tekan perasaan tidak nyamannya itu. Sebelum tidur selalu dia periksa pintu depan dan belakang rumah apakah sudah terkunci sempurna. Kamar pun dia kunci kalau dia mau tidur.Entah perasaannya tidak enak saja. Ting... Hpnya menyala tanda ada pesan masuk di pesan pribadinya. Firman : Assalamualaikum Aida, bagaimana keadaanmu ? Aida : Waalaikumussalam warahmatullaahi wabarakatuh. Alhamdulillah baik baik saja. Bagaimana kabarmu dan keluargamu ? Firman : Alhamdulillah baik dan sehat semua. Istriku lagi hamil anak ketiga kami. Aida : Alhamdulillah selamat ya, kapan kapan kenalin dong. Firman : Tentu . Ini masih 2 bulan jalan. Ngidam lagi berat beratnya dan juga lagi manja manjanya ( emo senyum ) Aida : Turutin aja bawaan bumil ( emo ketawa ) Firman : Kalau ada apa apa jangan segan segan minta tolong aku atau Yoga ya Da ? Aida : InsyaAllah Firman menutup chat dengan salam. Entah kenapa sejak bertemu sama Aida dia jadi jatuh kasihan sama sahabat kecilnya itu. Sungguh berat kehidupan yang dijalaninya selama ini. Dia ingin memastikan sahabatnya itu baik baik saja. Karena dia sendiri dan tidak punya sanak saudara disana. Firman pun beralih menatap istrinya yang sudah tertidur setengah jam yang lalu. Perempuan cantik yang tegas, mandiri dan penuh kasih kepada keluarga. Sungguh beruntung dia memperistrinya. Dia belai dan kecup mesra kening istrinya kemudian tidur disebelahnya. Sedang di kamarnya Aida tersenyum sedih membayangkan betapa bahagianya kehidupan Firman. Dia bisa merasakan cinta sahabatnya yang besar kepada istrinya. Oh, sungguh beruntung sekali perempuan itu. Seandainya dia bisa merasakan kehidupan pernikahan yang seperti itu ? Aida menghilangkan perasaan iri di hatinya. Janganlah iri dengan kebaikan yang diperoleh orang lain. Karena kita tidak tahu apa saja yang mereka lewati hingga Allah beri kebahagiaan itu. Sisi waras Aida mengingatkan dirinya untuk tidak terjebak pada perasaan melankolis menyesali kehidupannya. Hari ini Aida libur kerjanya. Dia gunakan untuk bersih bersih dan rencananya dia ingin belanja kebutuhan dapur dan wanita yang habis atau tinggal sedikit. Dia ingin membuat sambal goreng kering kentang sama teri yang awet bisa untuk seminggu ke depan. Jadi tiap hari tinggal nambah sayur dan lauk yang mudah saja. Biasanya dia belanja ke warung dekat kontrakannya tiap pagi. Tapi jualannya terbatas. Mumpung libur dia pingin ke pasar naik ojol . Setelah mandi dia bersiap ke pasar memakai kulot hitam dan blouse kembang kembang. Wajahnya disaput dengan bedak dan bibirnya diolesi lipstik tipis biar terlihat segar. Dia memperhatikan wajahnya yang terlihat kusam dan kurang terawat. Dia berencana untuk membeli beberapa produk perawatan kulit yang terjangkau harganya. Selama menikah dengan Bayu hampir dia tidak memperhatikan penampilannya. Bayu suka cemburu kalau dia berdandan agak berlebihan. Dia sadar sebetulnya bahwa Bayu benar benar mencintainya. Tapi sikapnya yang posesif dan temperamental membuat rasa cinta kepada suaminya berubah menjadi perasaan tertekan dan ketakutan. Mungkin ini awal dia untuk menyenangkan dan mengobati luka hatinya sendiri. Tak apalah sekarang dia fokus untuk memperbaiki kehidupannya sesuai dengan keinginannya. Ting tong.... Siapa juga pagi pagi sudah bertamu kesini. Aida heran karena selama disini tidak pernah ada tamu yang berkunjung selain Firman dan Yoga kapan hari itu . Bergegas dia membuka pintu depan. Ya Allah...dadanya berdegup kencang seketika.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN