bc

Takdir Cinta Erina

book_age18+
207
IKUTI
1K
BACA
drama
like
intro-logo
Uraian

Erina Levia Withel adalah seorang gadis cantik berusia 17 tahun. Sejak bayi, ia tidak pernah mengenal siapa orang tuanya yang sesungguhnya, karena ia ditemukan di sebuah kardus oleh pemilik panti asuhan.

Namun pada akhirnya, ia diadopsi oleh sepasang suami istri yang baik hati bernama Alan Withel dan Amanda Withel yang sebelumnya telah memiliki dua putra bernama Theo Anthony Withel dan Kevin V Withel. Tahun berganti, usianya semakin bertambah, di hari ulang tahun Erina, sang ibu meneleponnya.

"Nak! Kau ingin hadiah apa untuk ulang tahunmu?" tanya Amanda di seberang telepon.

Erina tampak berpikir sejenak.

"Aku hanya ingin bisa bersama dengan Ibu dan Ayah. Kapan kalian pulang? Kangen ....” jawab Erina.

Maka, demi rasa sayangnya pada Erina. Alan dan Amanda pun akan pulang dari Korea untuk menyetujui permintaan gadis itu.

Permintaan Erina, membuat kedua kakak angkatnya yang bernama Theo dan Kevin merasa benci. Kehadiran Erina memang sangat tidak mereka inginkan, karena mereka merasa, jika kedua orang tuanya lebih sayang dan memanjakan gadis itu dibanding mereka.

Hingga tak disangka, kecelakaan pesawat membuat kedua orang tuanya meninggal. Hal itu membuat Theo dan Kevin semakin membencinya. Sehingga terbesit di hati Kevin untuk melakukan hal buruk padanya.

Berhasilkah rencana jahat Kevin?

Ada satu momen penting yang terkuak, dan hal itu akan membuat Kevin dan Theo menyesali perbuatannya telah membenci dan menyakiti Erina.

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1
Hari ini adalah hari yang sibuk seperti biasanya. Ariana seorang pemilik yayasan yatim piatu sedang melakukan tugas keseharian yang biasa ia kerjakan di panti bersama dengan anak anak panti lainnya. 'Aku akan membuang sampah ini dulu, ini sudah terlalu menumpuk. Baiklah,' batinnya. Ariana pun melangkah pergi menuju ke tempat sampah yang berada di depan yayasan dengan membawa dua buah kantong plastik besar berisi sampah rumah tangga. Ketika Ariana menaruh kantong tersebut, ia mendengar samar-samar suara tangis seorang bayi. "Seperti suara bayi?" gumamnya. Ariana pun mencoba mencari asal suara tersebut, hingga tatapannya tertuju pada sebuah kardus berukuran sedang yang tergeletak di samping tempat sampah. Ariana pun menghampirinya dan mencoba mendengarkannya kembali dengan baik baik. "Iya, ini suara bayi!" pekiknya karena terkejut. Ia pun bergegas mengambil kardus tersebut dan membukanya, matanya membulat sempurna saat ia melihat sosok bayi mungil berada di dalamnya, dengan tubuh yang memerah dan kebiruan karena dingin. Ariana pun membawa bayi tersebut masuk ke dalam ruangannya, ia membersihkan bayi itu dengan menggunakan air hangat dan kain bersih, melap dengan perlahan dan memakaikan pakaian untuk bayi tersebut. "Kasian sekali nasibmu Nak, orang tua macam apa yang tega membuang anaknya dalam keadaan seperti itu!" ucapnya dengan mata berkaca kaca. Ariana pun memberikan bayi tersebut sebotol s**u hangat, bayi itu pun meminumnya dengan lahap. "Kau pasti lapar ya? Minum yang banyak ya." Ariana menatapnya lekat-lekat. "Bayi ini sangat cantik, aku akan memberimu nama Erina yang berarti Cantik, semoga kau memiliki masa depan yang cantik seperti wajahmu." Sang bayi pun tersenyum seolah mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Ariana. Ariana pun memutuskan untuk merawat Erina dengan penuh kasih sayang. **** Tanpa terasa 9 tahun kemudian. Yayasan yang dikelola Ariana sedang mengalami masa sulit, ia pun kebingungan karena takut tidak bisa merawat anak-anak asuhannya dengan baik. Mereka pun memutuskan untuk memindahkan sebagian anak-anak ke panti asuhan yang lain. Kecuali Erina yang tidak ingin dipindahkan. "Tidak! Aku ingin tetap disini! Ini adalah rumahku, dan ibu Ariana adalah ibuku. Aku tidak ingin dipindahkan!" Teriak Erina, sambil menangis dan itu membuat hati Ariana teriris. "Nak, Ibu akan mengunjungimu setiap akhir pekan," bujuk Ariana. "Tidak mau! Cuma ibu Ariana yang aku miliki!" Ariana pun menarik Erina ke dalam pelukannya. Wanita paruh baya itu merasa sedih, namun ia tidak memiliki pilihan yang lain. **** Beberapa hari kemudian, datanglah sepasang suami istri yang berniat untuk mengadopsi salah satu anak yang berada di panti tersebut. "Kami ingin mengadopsi salah satu anak perempuan disini." Bagi Ariana, itu ide yang bagus dari pada para anak panti tidak terurus. "Boleh Pak. Silakan baca-baca terlebih dahulu persyaratannya," cetus Ariana. Kedua suami istri itu pun membaca dan menganggukkan kepala. "Iya, kami setuju." "Baiklah, jika begitu silahkan Anda ikuti saya." Ariana membawa pasangan suami istri tersebut ke halaman rumah. Terlihat disana anak-anak yang sedang bermain dengan riangnya. Ariana membiarkan keduanya untuk memilih salah satu dari anak-anak itu. Pandangan mereka pun tertuju pada sosok gadis kecil yang sedang tertawa bersama dengan teman temannya. "Siapa gadis kecil yang manis itu?" "Namanya Erina, dia gadis periang dan juga seorang gadis yang baik." Pasangan suami istri tersebut pun terpikat dan memutuskan untuk mengadopsi Erina. **** "Tidak mau! Erina ingin bersama ibu! Erina tidak ingin pergi dari sini!" Teriak Erina saat ia tengah dibujuk Ariana. Ia menolak untuk diadopsi. Ariana terus membujuknya. "Sayang, bukankah Erina ingin sekali menggapai impianmu? Jika Erina masih berada disini, akan kesulitan untuk menggapainya karena serba terbatas. Jika Erina mau ikut bersama orang tua baru, pasti semua mimpimu terwujud," terang Ariana. "Tapi bagaimana dengan ibu? Dengan teman teman?" tanya Erina yang menahan tangis. "Erina bisa mengunjungi ibu dan yang lainnya, kapanpun kamu mau," jelas Ariana. Erina pun akhirnya mau untuk diadopsi oleh pasangan suami istri tersebut. **** Sesampainya di kediaman pasangan suami istri muda itu. Terlihat sebuah rumah yang cukup besar dan halamannya yang luas, Erina terlihat ragu untuk masuk ke dalam. "Ayo Nak, ibu akan mengenalkanmu pada saudara saudaramu."  Sang ibu pun mengulurkan tangannya dan dengan ragu tangan Erina pun meraihnya. "Anak-anak kenalkan ini Erina, ia akan menjadi adik perempuan kalian," jelas sang ibu sambil tersenyum pada kedua anak laki-lakinya. Kedua anak itu mendekat dengan rasa enggan.  "Erina, ini kedua kakakmu. Kevin dan Theo," imbuh sang ibu. Erina pun mengulurkan tangannya, namun kevin dan Theo justru menatap sinis ke arah Erina. Erina pun menarik kembali tangannya. **** Tahun berganti. Hari ini adalah hari ulang tahun Erina yang ke 17, ia mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari kedua orang tua angkatnya lewat telepon. "Nak, kau mau dibelikan apa untuk ulang tahunmu?" tanya Sang ibu  "Emm, Erina tidak menginginkan apapun Bu. Erina, hanya ingin pelukan ibu dan ayah, kapan kalian pulang? Erina kangen ..." jawab Erina. Sang ibu pun tersenyum mendengarnya. "Baiklah, sebentar lagi ibu dan ayah akan segera pulang. Kita akan merayakannya dengan makan malam di luar, Bagaimana?" Tanya sang ibu. "Baik Bu," jawabnya singkat, Erina tampak bahagia. Kevin yang sedari tadi menyimak, berdecih. "Huh, Dasar tukang cari perhatian! Apa kau tidak malu bersikap manja seperti itu pada orang tua orang lain? Memalukan!" ucap sinis Kevin saudara angkatnya. Erina pun terdiam mendengar perkataan dari kevin, sedangkan kevin melangkah pergi melewatinya begitu saja. Erina sudah terbiasa dengan sikap dingin saudaranya itu. **** Malam harinya. Erina tengah bersiap untuk pergi makan malam bersama keluarganya, namun tiba tiba terdengar suara jerit tangis seseorang dari arah lantai bawah, Erina yang merasa penasaran pun langsung berlari ke lantai bawah. "Ada apa ini? Kak, Apa yang terjadi?" tanya Erina yang penasaran karena melihat kedua kakaknya tengah menangis. Kevin tiba-tiba menarik baju Erina dengan kedua tangannya. "Ini semua salahmu! Kau yang bersalah! Kau yang membunuh orang tuaku!" teriak Kevin penuh amarah. "Apa maksud kakak?" Tanya Erina yang masih belum mengerti arah pembicaraan Kevin. "Ayah dan Ibu mengalami kecelakaan saat di perjalanan ke sini! Dan itu gara-gara kamu, yang meminta mereka untuk pulang! Kalau saja kamu tidak banyak meminta, semua takkan terjadi!" teriak Kevin sambil menangis. Erina pun menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak! Itu tidak benar!" pekik Erina. Kevin pun melepas kasar pegangannya, Sedangkan Erina pun terduduk lemas dengan butiran bening yang lolos dari matanya. "Tidak mungkin! Ibu, Ayah meninggal ...." ucap pelan Erina. **** Setelah kepergian kedua orang tua angkat Erina, ia pun terlihat menjadi lebih pemurung. Arvin teman sekolah yang sudah lama diam-diam menyukainya, melihat Erina tengah duduk seorang diri di salah satu bangku yang berada di taman sekolah. Ia pun, memutuskan untuk menghampirinya. "Erina!" panggil Arvin. "Arvin?" Erina menoleh. Arvin pun melangkah mendekat ke arah Erina dan duduk disampingnya. "Aku ikut berduka atas kepergian kedua orang tuamu." "Terima kasih." "Emm, Bagaimana jika kita pergi jalan-jalan? Sekedar untuk melepaskan semua kesedihanmu." "Hmm, oke." **** Setelah berjalan-jalan cukup lama, Arvin pun mengantar Erina pulang ke rumah sampai ke pintu gerbang. Saat masuk, rupanya kedua saudaranya sudah menunggu Erina di depan rumah. Kevin pun menarik kasar lengan Erina dan membawanya masuk ke dalam rumah. "Apa kau berniat untuk mempermalukan keluarga ini dengan bepergian bersama pria asing seperti itu?" teriak Kevin "T-tapi A-aku hanya .…" Jawab Erina yang terpotong dengan teriakan dari Theo. "Jangan mencari alasan! Cepat kerjakan pekerjaanmu!" teriak Theo yang tak kalah keras dari Kevin. Erina pun segera mengerjakan pekerjaan rumah. Saat ia membersihkan kamar kedua orang tua angkatnya, matanya pun tertuju pada sebuah lemari yang terpisah dari lemari baju milik kedua orang tua angkatnya. Erina pun memutuskan untuk membukanya, dan ia melihat tumpukan kado di dalamnya. Erina pun melihat satu persatu kado-kado itu dan tulisan-tulisan yang berada didalamnya. Tanpa terasa buliran bening itu pun lolos begitu saja tatkala ia membaca tulisan tangan sang ibu angkat, Erina pun memutuskan untuk menyimpan semua tulisan tersebut dan merapikan kembali kado ke dalam lemari.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook