Tasbihku dan RosariomuDiperbarui pada Sep 27, 2023, 00:49
Pertemuan tak disengaja antara Aisya Zara dan Kim Do Hyun di bandara Incheon membuat hubungan mereka perlahan semakin dekat, Apalagi mereka ternyata kuliah di universitas yang sama, pertemuan mereka pun semakin intens, perbedaan keduanya tidak menjadi halangan untuk mereka saling membantu, Do Hyun sering menolong Aisya selama di kota Seoul, karena Do Hyun merasa memiliki hutang budi padanya saat kejadian di bandara, Kedekatan diantara mereka membuat benih benih cinta itu pun mulai tumbuh.
Aisya yang awalnya berpegang teguh untuk tidak menanggapi ungkapan cinta dari Do Hyun pun mulai luluh karena perhatian Do Hyun padanya.
Hubungan mereka tentu saja mendapat penolakan keras dari keluarga Aisya.
Aisya mencoba untuk membicarakan secara baik baik pada ayahnya melalui panggilan telepon.
"Ayah menyekolahkanmu jauh-jauh ke negeri orang, untuk mencari wawasan yang lebih luas, agar cita citamu tercapai!" Teriak sang ayah.
"Iya Ayah, Aisya Tau! Tapi Do Hyun adalah pemuda yang baik, Dia sangat menyayangi Aisya, Dan kami akan menjalani hubungan yang lebih serius, Aisya yakin, Do Hyun bisa mempelajari semuanya dari nol! Dan Aisya bisa membantu Do Hyun untuk mempelajari nya!" Jelas panjang lebar Aisya.
"Apa kamu pikir, Do Hyun mau melakukan semua itu?"
Untuk sesaat Aisya terdiam, menarik nafas dan menjawab dengan penuh keyakinan pertanyaan dari sang ayah.
"Aisya yakin Do Hyun akan mau melakukan semuanya, karena dia sangat menyayangi Aisya,"
"Itu bukan Cinta, Sya! Itu artinya, Kamu Egois!"
'Degh'
Aisya tergelak lemah mendengar perkataan dari sang Ayah, Matanya menatap sendu Do Hyun yang kini berada di hadapannya. Seorang Ayah yang selalu didefinisikan sebagai cinta pertama bagi seorang anak perempuan, dan akan selalu mengutamakan kebahagiaan setiap anak nya, hal itu tidak ia rasakan saat mendengar kata kata yang dilontarkan oleh sang Ayah.
'Egois? Apa aku salah memilih untuk kebahagiaanku sendiri?' Batinnya bergemuruh.
Panggilan pun dimatikan sepihak.
Ia menyadari jika jalan yang ia pilih saat ini bukan lah jalan yang mudah, namun Aisya seolah tak berdaya dengan perasaannya.