Apa mungkin?

1010 Kata
Kevin dan Theo tengah menikmati makan malam di rumah mereka, di tengah aktivitas mereka, Kevin pun angkat suara, "Kenapa, Aku merasa aneh?" Theo menatap heran Kevin, "Aneh, Kenapa?" "Apa kau tidak merasa aneh, Kenapa Erina meminta izin untuk menginap di rumah temannya malam ini? Kau tau siapa temannya?" Theo menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu, sudahlah kak! Biarkan saja, lagipula mungkin Erina butuh teman sesama perempuan untuk bercerita," Kevin pun terdiam, "Oh ya kak, Besok aku akan mencari pekerjaan yang lebih baik, karena aku rasa pekerjaanku yang sekarang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari hari kita," "Ya, baguslah! Kakak juga akan mencari pekerjaan lain," **** Hari pun berganti, Kevin dan Theo pun kembali mengenakan rambut palsu untuk mencari pekerjaan, ketika mereka bertemu dengan polisi di jalan, mereka mencoba untuk menyembunyikan diri mereka sebaik mungkin agar tidak tertangkap, Kevin mencoba untuk melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan besar, kebetulan perusahaan tersebut membutuhkan tenaga seorang office boy yang baru, Rupanya, Keberuntungan masih berpihak padanya, Ia diterima bekerja di perusahaan tersebut sebagai OB, pada hari itu juga Kevin diminta untuk langsung bekerja, Kevin bekerja dengan sangat giat, "Hey! Sekarang kau harus membersihkan jendela jendela itu," Ucap seorang seniornya, Kevin menelan kasar salivanya, karena ia harus membersihkan jendela di luar gedung, dengan sangat berhati hati ia mengenakan tali pengaman, ia berulang kembali mengecek keamanan tali tersebut, Kevin pun perlahan diturunkan, satu persatu ia membersihkan kaca jendela gedung tersebut, Hingga di salah satu kaca ruangan, Ia melihat sosok yang sudah tidak asing lagi, "B-billy?" Ucapnya pelan, Kevin membulatkan matanya sempurna saat melihat Billy yang baru saja masuk ke dalam ruangan, Kemudian Ia bergegas menutupi wajahnya dengan mengenakan masker, Ia bersikap biasa dan memfokuskan diri membersihkan kaca jendela, Namun, Tiba tiba ia melihat seorang gadis yang datang menemui Billy, dengan membawa sebuah map berwarna biru, Kevin tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan, Terlihat gadis itu seperti memohon sambil menangis, namun Billy hanya terlihat dengan raut wajah kesalnya, Billy mencoba untuk memeluk gadis itu, tapi gadis itu terus saja memberontak dan menolak, Gadis itu pun terduduk lemas, saat Billy berkali kali seperti membentaknya, Ada perasaan iba dalam hati Kevin, 'Siapa gadis itu? Apa yang sebenarnya terjadi?' Batin Kevin, Ia kembali memperhatikan apa yang terjadi, Billy terlihat memeluknya erat, mengelus punggungnya seolah ingin menenangkan dirinya, Tiba tiba, salah seorang temannya berteriak dari atas, "Hey! Apa kau sudah selesai?" Teriaknya, Kevin pun mengerjap terkejut, "Ah iya, Aku sudah selesai!"  "Baiklah, Aku akan menarikmu ke atas!" Kevin pun kembali ke atas gedung, **** Di lain sisi, Erina terlihat masih memohon pada Billy untuk menandatangani surat perceraian mereka, "Aku mohon! Lepaskanlah aku," Billy yang ikut menangis pun memeluk erat Erina, "Kenapa kau memintaku untuk melepaskan mu? Kau sangat tahu, Aku sangat mencintaimu!" Erina menggeleng geleng kepalanya, Ia mencoba untuk memberontak, "Kau harus mempertanggungjawabkan perbuatanmu, Kau harus menikahi Lisa karena dia sedang mengandung anakmu," Billy memegang wajah Erina, "Demi Tuhan, Aku tidak melakukan itu dengan Lisa!" "Berhentilah berbohong! Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri saat kau bermesraan dengan Lisa!" "Aku tidak melakukan hal yang lebih dengan Lisa! Percayalah!" Bentak Billy, Erina pun terdiam, Ia menghapus kasar air matanya, Ia mendorong Billy untuk menjauhi dirinya, "Menikahlah dengan Lisa!" Ucapnya, Billy merasa sangat kesal karena Erina terus saja mengatakan hal itu, Billy pun membanting Vas bunga yang terletak diatas mejanya, Erina merasa syok hingga ketakutan, melihat Billy yang sangat marah seperti itu, Erina memundurkan langkahnya sambil menutup kedua telinganya, Ia terduduk di sudut ruangan, "Kau sendiri, Apa kau akan sanggup menikah dengan orang lain?" Bentak Billy, Untuk sesaat Erina terdiam, Ia mencoba menguatkan dirinya dan mengendalikan dirinya, "Ya! Aku sanggup! Aku akan menikah dengan orang lain setelah kau menikah dengan Lisa," Tantangnya, Billy mengangguk cepat, "Baik, Jika begitu menikahlah duluan! Baru aku akan menikah!" Erina berdiri dari duduknya, "Baik! Aku akan melakukannya!" Erina pun melangkah keluar, "Siall!" Ucap Billy, Billy pun berlari mengejar Erina, "Erina! Tunggu!" Teriak Billy, Billy pun berhasil menyusul langkah Erina, "Dengar, Aku mohon jangan lakukan itu! Aku akan melakukan apapun itu, tapi tolong jangan meminta berpisah dariku," Namun, Erina tidak menjawab ucapan Billy, ia terus saja melangkah melewati Billy, **** Kevin yang tengah beristirahat makan siang sedikit melamun, ia memikirkan tentang kejadian barusan, wajah gadis itu terasa tidak asing baginya, "Hey!" Sapa seorang temannya, "Kau kenapa?" Imbuhnya, Kevin tersenyum tipis, "Tidak apa apa, Aku hanya sedang memikirkan sesuatu," Kevin pun teringat jika teman kerjanya ini sudah cukup lama bekerja disini, tidak ada salahnya jika ia menanyakan tentang gadis itu pada temannya bukan? "Emm, Apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?"  "Ya, Tentu! Apa itu?" "Emm, Tadi.. Saat aku bekerja aku melihat bos Billy bersama dengan seorang gadis, apa itu istrinya?" "Hey, Jangan bilang kau menyukainya?" Temannya pun tertawa, Sedangkan Kevin menggelengkan kepalanya, "Aku hanya bercanda! Gadis itu setahuku istrinya bos yang baru ditemukan," Kevin mengerutkan dahinya, "Ditemukan?" "Iya, Dulu pernah ada kejadian mengerikan terjadi di perusahaan ini, Istri bos, Nona Erina telah diculik oleh sekelompok penjahat yang kabarnya musuh bos, Beliau menyekapnya selama berhari hari, Ia disiksa dan dibuang ke lautan, Tapi sekitar kurang lebih dua tahun, Bos menemukan seorang gadis yang mirip dengan istrinya, Bos sangat yakin itu istrinya, Tapi.. Aku tidak tahu bagaimana ceritanya, sampai suatu hari bos mengetahui jika gadis itu bukan istrinya, dia hanya memiliki wajah yang mirip, dan.. Nona Erina yang asli itu ternyata Gadis yang ia angkat sebagai sekretaris barunya, dengan beberapa bukti dari seorang dokter yang menolongnya, tapi wajah nona Erina sudah total diubah, karena lukanya yang parah, kira kira seperti itulah yang kudengar," 'Degh' Kevin sangat terkejut mendengar cerita yang keluar dari mulut teman kerjanya itu, Ia terdiam sejenak dan berpikir, "Apa mungkin?" Gumam Kevin, Kevin pun berlari cepat menuju ke rumahnya, "Hey, Kau mau kemana?" Teriak teman kerjanya, Namun, Kevin tidak menghiraukan pertanyaan dari rekan kerjanya itu dan terus berlari cepat, Tujuannya kini, hanya ingin memastikan jika adik kandungnya Erina adalah benar benar gadis yang bersamanya sekarang, 'Apa mungkin, yang selama ini bersamaku, bukanlah Erina yang asli?' Batin Kevin, Dengan nafas terengah engah, Ia menghampiri Theo yang tengah bersama Lisa, Theo terlihat sedang membantu Lisa menyiapkan sesuatu, "Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Kevin
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN