30

2068 Kata

"Ibu?" Devan Ara duduk diam di atas kursi rodanya. Memandang sang menantu yang sibuk di dapur bersama asisten rumah tangga yang pulang terlambat karena harus membantu Adelia menyiapkan makan malam. Adelia membungkuk. Meremas apronnya dengan senyum tipis kala mata pekat sang ibu mertua melamun ke arahnya. "Ibu tidak apa?" "Seharusnya, aku yang bertanya." Adelia menarik napas panjang. Menatap getir pada luka yang masih membalut lengannya dan tersenyum manis. "Aku tidak apa. Ini hanya luka kecil. Beberapa hari lagi akan sembuh." Kepala itu menggeleng lirih. Adelia menatap bagaimana penampilan kusut seorang Devan Ara dengan getir. "Tidak, Adelia. Kau terluka karena aku," suaranya bergetar. "Aku melukai anakku, lalu menantuku. Aku benar-benar tidak berguna, kan?" Adelia menghela napas. Me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN