Adelia terbangun di tengah malam. Pukul dua malam dan merasakan udara dari pendingin ruangan membuat tubuhnya menggigil. Matanya melirik pada sosok yang berbaring memunggungi di sisi ranjangnya. Sudut bibirnya tertarik naik. Dan Adelia bergegas turun setelah menyingkap selimut, memakai sandal kelincinya dan bergerak turun. Matanya menelusuri pantulan dirinya di depan pintu kulkas miliknya. Dia telah berganti pakaian. Semula pakaian serba hitam, dan sekarang piyama polos dengan rambut berantakan. Adelia menghela napas. Menyisir rambutnya dengan tangan saat dia bergegas mengisi perutnya dengan air putih, dan duduk untuk meluruskan kaki. "Kau lapar?" Dia bicara pada perutnya yang berbunyi. Mengusapnya dengan sayang saat Adelia bangun, mencuci wajahnya dengan air di wastafel yang bersih d

