44

4110 Kata

Aksa terbangun dengan pagi yang cerah. Bersama sapuan jemari lembut bercampur hangat. Gurat-gurat kasar itu menyentaknya. Tapi bukan itu yang dia pedulikan. Menandakan bahwa wanita itu pekerja keras diam-diam membuatnya bangga. Dia tidak ingin membuka mata. Tapi usapan itu membawanya untuk menatap senyum manis di pagi hari. Membawa perasaan dukanya pergi karena badai semalam. "Selamat pagi." Aksa menarik oksigen untuk bernapas sekali lagi. Mengusap rambutnya yang jatuh di dahi dan tersenyum. Sedikit membuka matanya hanya untuk berlama-lama memandang senyum itu. "Pagi." Adelia tampil baik pagi ini. Tidak ada tanda-tanda kelopak mata itu membengkak. Menangis semalaman membuatnya sesak. Aksa tidak bisa lakukan apa pun selain memeluk dan terus berbisik. Mengatakan kalau mereka akan baik-ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN