“Apaa!” Plak!! “Tuh, cungur kalau teriak kira-kira, Pil!” ucap Rani seraya memukul pundak Ridwan. “Gak usah mukul juga kali, aku kan syok, Ran!” ucap Ridwan. “Aku lebih syok daripada kamu!” ucap Rani. “Lalu sekarang dimana Viana?” tanya Ridwan. “Eh, Upil, kalau aku tahu di mana dia aku akan menyusulnya.” “Kamu kan sahabatnya, masa tidak tahu kemana dia pergi? Kamu bilang dia pamitan!” “Kowe iki, podo ae karo Ragarta, g****k e gak kurang-kurang. Dia itu pamitan tapi gak bilang mau pergi ke mana!” ucap Rani kesal. “Kenapa kamu gak bilang ke aku kalau Viana pergi!” ucap Ridwan. “Lah! Kowe sopo?” tanya Rani. “Ish, dasar cewek bar-bar!” cibir Ridwan. “Apa dia tidak bilang kenapa dia pergi?” tanya Ridwan. “Dia hanya mengatakan jika ingin pergi menenangkan pikiran dulu untuk beberap

