Bab 43

1958 Kata

“Astagfirullah, tuh muka habis terjun dari mana, sampai babak belur gitu?” tanya Ridwan saat melihat wajah Ragarta tampak kemerahan. Bukannya menjawab, Ragarta malah memasang kembali maskernya dan masuk ke dalam ruangannya. Pikirannya kacau entah apa yang ada dalam pikirannya. Ucapan Viana sangat mengganjal saat istrinya itu mengatakan ada sesuatu yang berharga bagi Viana di dalam tubuhnya. “Apa dia mulai mengharapkan hal-hal aneh, hingga dia mengatakan jika dalam tubuhku ini sangat berharga?” tanya Ragarta pada dirinya sendiri. Tok! Tok! Tok! Terdengar suara ketukan pintu dan membuyarkan pikiran Ragarta. “Maaf, Pak. Tadi Tuan Ridwan menitipkan ini pada saya, Beliau mengatakan jika bapak harus menandatanganinya,” ucap wanita di hadapan Ragarta. “Ke mana dia?” tanya Ragarta. “Beliau t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN