“Viana, ayo pulang!” “Bukannya kalian bilang mau menginap di sini?” tanya Diandra. “Kami tidak bisa, Ma,” ucap Ragarta dengan tenang. “Gak ada penolakan, kalian harus tetap menginap di sini,” ucap Diandra memaksa. “Ma, kami mau meneruskan proyek yang selalu Mama ganggu,” bisik Ragarta pada Mamanya, alasan itu berhasil membuat Diandra percaya dan membiarkan Ragarta dan Viana pulang. Ragarta pun mengajak Viana pulang, dengan menarik tangan Viana, Ragarta tidak mengatakan apa-apa, hingga di dalam mobil pun Ragarta tetap diam, tak bersuara. Hal itu membuat Viana, heran pasalnya sikap Ragarta kali ini sangat aneh. “Kamu kenapa?” tanya Viana. “DIAM!” bentak Ragarta. Viana pun diam tidak bicara lagi, meskipun rasa penasaran menggelayuti pikirannya tentang perubahan sikap Ragarta. Sesampai

