Sebelum membaca, dipersilahkan menyiapkan hatinya terlebih dahulu ❤
*****
ANGKASA tak henti-hentinya menatap gadis disebelahnya yang sudah kesekian kalinya melepaskan anak panah pada sasaran. Bahkan dia baru tau jika gadis itu bisa menggunakan panahan dan alat menembak dengan ahli.
Awalnya Angkasa sedikit terkejut bahwa Aurel adalah yang paling mahir di tempat ini dan tidak menutup kemungkinan dia harus belajar dengan Aurel karena dia sempat menolak dengan pelatih disini.
"Gimana? Paham?"
Kini mata Aurel menatap Angkasa yang sedang menatap dirinya dengan dalam, mata abu gadis itu mampu memikat Angkasa lebih lama bahkan rasanya Angkasa sudah tenggelam ke dalam sana.
Aurel yang melihat Angkasa masih menatapnya lekat hanya menghela nafas, laki-laki itu pasti tak memperhatikannya dengan baik.
Aurel segera melempar alat panah dan busur panah itu dengan kasar kearah Angkasa, membuat laki-laki itu kaget dan untung saja bisa menangkapnya dengan baik.
"Mulai," Aurel berdiri beberapa langkah di belakang Angkasa, tidak ingin menjadi titik fokus seorang Angkasa lagi karena jujur saja Aurel ingin segera pergi dari sini.
Angkasa segera memulai permainannya, beberapa anak panah mulai dilepaskannya menuju titik lingkaran yang sudah di sediakan. Bahkan kemampuan laki-laki itu patut diacungi jempol karena sangat hebat, orang-orang yang melihat pun kagum karena baru pertama kali melihat kemampuan anak baru dengan ahli seperti itu.
Aurel tersenyum sangat tipis bahkan seperti tidak terlihat sama sekali, gadis itu merasa bahwa Angkasa sebenarnya sudah ahli dalam hal ini. Laki-laki itu pasti mempunyai alasan mengapa masuk ke dalam tempat pelatihan Aurel.
Aurel tidak sebodoh itu, pasti ada hal lain yang dituju Angkasa entah apa itu Aurel tidak peduli sama sekali. Kecuali tujuan laki-laki itu mengancam radarnya, maka bersiap saja Aurel menyingkirkannya.
Aurel tidak pernah main-main dalam hal yang dia lakukan.
"Gimana?" tanya Angkasa membalikkan badannya lalu atensinya beralih ke Aurel lagi, "Not bad dan sudah seperti ahlinya," Aurel menyunggingkan sudut bibirnya sedikit lalu segera berlalu darisana.
Angkasa yang melihatnya tersenyum tipis, alasan Angkasa masuk sini saat pertama kali mengetahuinya hanya ingin menambah teman dan lebih mengasah kemampuannya setelah sekian lama tidak berlatih tapi ternyata kemampuannya masih sama seperti dulu.
Angkasa pernah mengikuti pelatihan seperti ini hampir beberapa kali bahkan ketika dia tinggal di luar negeri, latihan memanah dan menembak sudah menjadi jadwal rutinnya setiap minggu. Bahkan laki-laki itu sudah berlatih pedang juga berkuda.
Tapi saat Angkasa masuk kesini pertama kalinya dan mendapati Aurel juga ada dalam pelatihan ini ada sesuatu yang berbeda dalam diri Angkasa, alasan yang berawal ingin menambah teman kini berubah karena ingin menatap mata abu itu lagi.
Sungguh itu sangat nyaman untuknya.
"Queen, tempat latihannya udah disiapin," ucap Flora memberitahu Aurel, "Iya," balas Aurel singkat lalu segera berjalan masuk ke dalam.
"Liatin Queen lo?"
Celetukan seseorang membuat Angkasa menoleh, laki-laki dengan rambut berwarna biru gelap itu menatapnya.
"Gue Angga, anggota pelatihan disini juga," ucap Angga memperkenalkan dirinya dengan sumringah, Angkasa dapat melihat bahwa laki-laki ini sama saja seperti Athala.
"Angkasa,"
"Buset namanya Angkasa, keren juga. Gak sekalian galaksi, bumi, matahari, tata surya?" kekeh Angga membuat Angkasa hanya memutar bola matanya, "Bercanda, lo daritadi ngeliatin Queen kan? udah gue duga pasti setiap yang baru masuk pada kepincut ama kanjeng ratu," celoteh Angga.
"Siapa yang kaga kepincut coba ama cewek multitalent dengan segala bidang skill diborong ama dia," ucap Angga membuat Angkasa mengernyit bingung, "Maksud lo?" tanyanya heran.
"Queen itu cewek segudang bakat, dia bisa semua walaupun dia cewek. Ini nih cuma sebagian bakat kecil dia, dia itu udah dilatih sejak kecil buat menguasai segala bidang bahkan gue sendiri kagum ama dia ya terkecuali sikap dinginnya dia," ucap Angga terkekeh pelan.
"Dia dilatih dari kecil?"
"Iya, Queen udah mulai mengenal senjata tajam dan api dari umur dia masih 12 tahun, awalnya emang keharusan karena Queen lahir dari keluarga yang punya banyak musuh dan bela diri itu udah kayak kewajiban lah," jelas Angga membuat Angkasa terdiam.
Tepukan pelan membuat Angkasa menoleh, "Kalo mau deketin kudu niat, tawakal, ama punya mental kuat. Soalnya tuh kanjeng ratu susah dapetinnya," ucap Angga lalu segera pergi melanjutkan kegiatannya.
Sudah berapa banyak informasi yang Angkasa dapatkan tentang Aurel tapi itu hanya sebagian kecil, Angkasa merasa kehidupan Aurel penuh kejutan yang tidak dia mengerti. Terlalu dingin dan tak tersentuh membuatnya sulit memasuki celah kehidupan Aurel.
Angkasa menghela nafas, dia segera melangkah pergi untuk keluar darisana tapi langkahnya terhenti saat mendengar suara musik mengalun dari sebuah ruangan.
Tempat latihan ini dibilang cukup besar dengan halaman yang sangat luas, entahlah siapa pemiliknya. Angkasa tau bahwa dulu ini adalah sebuah rumah megah, Angkasa segera mencari sumber suara yang membuatnya penasaran setengah mati.
Dari balik kaca yang transparan, Angkasa dapat melihat Aurel yang sedang latihan dance bersama beberapa orang laki-laki dan perempuan.
Gadis itu menjadi posisi center paling depan membuat Angkasa mudah melihatnya.
Angkasa sempat kagum melihat cara Aurel menggerakkan tubuhnya dengan lentur, tidak ada kesalahan gerakan saat gadis itu menyelesaikan tariannya. Tarian dari salah satu boygroup Korea BTS dengan lagu ON.
"Good job Queen, lagi-lagi lo keren ah sampe bosen gue muji lo terus," kekeh Flora menghampiri Aurel yang sedang meminum air mineral miliknya.
Aurel hanya menatap gadis itu datar, lama-lama Aurel jengah juga mendengar pujian dari Flora yang membuatnya bosan. Bukankah setiap hari Aurel selalu berlatih seperti ini tapi kenapa Flora seperti baru melihatnya saja.
"Capek gue denger pujian lo," ucap Aurel datar lalu mengambil jaket hitamnya, bersiap pergi darisana.
Setelah ini Aurel harus pulang ke rumah, beristirahat sebentar lalu kembali lagi ke arena balapan untuk berkumpul bersama Gengnya. Aurel segera pamit pergi, matanya sempat melirik kearah Angkasa yang tengah menatapnya tanpa mengalihkan pandangannya sedetik pun.
Angkasa yang melihat Aurel bersiap pergi pun langsung menyusul gadis itu dengan cepat, dia ingin mengejar gadis itu. Entah apa yang terjadi pada dirinya tapi hati Angkasa menuntutnnya untuk terus mencari tau tentang Aurel.
Angkasa sangat antusias dengan cerita masa lalu Aurel yang menarik perhatiannya ditambah dengan orang-orang di sekitarnya yang terus menceritakan Aurel yang dulu.
Aurel menghentikan langkahnya saat melihat Angkasa berdiri di hadapannya dengan wajah tidak bisa diartikan.
"Minggir," ucap Aurel pelan, Angkasa menghalangi jalannya untuk segera sampai di rumah dengan cepat.
Angkasa memegang pergelangan tangan Aurel dengan cepat, laki-laki itu hanya berjarak beberapa meter saja di depan Aurel. Aurel pun harus mendongak melihat Angkasa yang lebih tinggi darinya.
"Kemana?" tanya Angkasa dengan wajah datarnya tapi dalam hatinya dia sudah tidak karuan bisa melihat Aurel sedekat ini.
Aurel memutar bola matanya, "Minggir," ucapnya lagi.
Aurel bingung sendiri melihat Angkasa yang tiba tiba saja menghadang jalannya. Aurel melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"Lo mau kemana?" tanya Angkasa menekan suaranya, dia hanya ingin sebuah jawaban dari Aurel.
"Bukan urusan lo,"jawab Aurel sarkastik membuat Angkasa tidak puas.
"Gue antar," ucap Angkasa menarik pergelangan tangan Aurel dengan cepat.
Aurel yang ditarik pun terkejut dengan gerakan spontan, dia tidak memberitahu ingin pergi kemana pun tapi Angkasa sudah menariknya pergi dari sana.
Tingkah keduanya tak luput dari penglihatan orang yang berada disana, Flora sendiri sudah menganga tak percaya.
"Mereka ada hubungan apa?" tanya Flora tak percaya.
Angga yang berada di sebelahnya menatapnya dengan menggeleng, wajahnya pun menggambarkan keterkejutan.
"Cocok," lanjut Flora lagi menatap kedua sejoli yang sudah jauh dari hadapannya.
Angga pun ikut mengangguk mengiyakan ucapan Flora karena memang benar, dilihat dari segi manapun Angkasa dan Aurel memang sangat cocok.