The Queen [9]

1457 Kata
Sebelum membaca, dipersilahkan menyiapkan hatinya terlebih dahulu ❤ *****     AUREL mendengus kesal melihat tingkah gila orang-orang di hadapannya. Entah apa yang terjadi sehingga Athala dan Angkasa pindah ke sekolahnya begitu juga dengan Rakha dan Sherren. Apa mereka ingin membuat sebuah geng nantinya hingga kumpul dalam satu sekolah yang sama tapi bersyukurnya hanya Angkasa yang berhasil masuk di kelas Aurel, Audy, dan Salsha sedangkan Athala, Rakha, dan Sherren berada di kelas yang berbeda. Ah lebih tepatnya Sherren dan Athala berada satu kelas tapi jurusannya berbeda dari yang lainnya, yaitu XI IPS 2 sedangkan Rakha di XI MIPA 2 lalu Aurel dan yang lainnya berada di XI MIPA 1. "Jangan berisik," sentak Aurel mulai jengah yang membuat semuanya terdiam. Aurel sudah menyaksikan kehebohan teman-temannya sejak bel istirahat berbunyi dan mereka mendarat di kantin ini. Kehebohan itu dimulai dengan Athala yang ingin mentraktir dirinya namun malah disemprot Salsha. Gadis itu tak terima ketika Athala hanya mentraktir Aurel saja sedangkan yang lainnya tidak. "Tuh Queen ampe marah kan, udah kek lo semua diem," ucap Rakha menengahi karena mereka sudah menjadi bahan tontonan sejak tadi. "Siapa suruh dia ngajak gelud, harusnya kan kita-kita juga di traktir. Athala kaga seru anjir!" sungut Salsha tak terima. "Ye suka-suka gue lah, lo punya uang sendiri dipake. Matre lo," ejek Athala membuat Salsha membulatkan matanya. "APA LO BILANG?!" "Athala," tegur Angkasa karena sepupunya itu sudah berbicara keterlaluan dan itu bisa saja menimbulkan keributan. Athala hanya nyengir tanpa dosa dengan mengangkat kedua jarinya, "Damai elah, gue bercanda," ucapnya. Aurel hanya memutar bola matanya malas lalu melangkah ke tempat makanan dan minuman. Dibanding menonton yang tidak jelas lebih baik dia memesan makanan dengan segera. "Berapa?" tanya Aurel menatap ibu kantin yang sedang menyiapkan pesanannya. "Jumlahnya 76 ribu neng Queen," sahut ibu kantin. Aurel mengeluarkan uang merahnya dan meminta ibu kantin untuk mengantarkannya ke meja yang ditunjukkannya. "Lah Queen abis darimana?" tanya Sherren bingung, "Pesen," jawab Aurel singkat dan kembali duduk di sebelah Angkasa. Entah bagaimana keduanya selalu duduk bersebelahan seperti ini, "Lo berdua pake acara berantem jadinya Queen kan yang pesen," sahut Rakha kesal. "Tau nih, ga bisa damai aja. Salsha juga daritadi ama Athala ga berhenti - berhenti keburu laper semuanya," balas Audy mengerucutkan bibirnya. Angkasa dan Aurel hanya diam menyaksikan perdebatan yang kembali dimulai, mereka lebih memilih menikmati daripada ikut. "Ini pesanannya ya, udah dimasak dengan penuh cinta," ucap Bu Siti selaku ibu kantin, "Wih mantep nih," sahut Athala. Semua langsung melahap makanan yang dipesan oleh Aurel sedangkan gadis itu memilih membuka kotak bekal yang diberikan Bi Arum kepadanya. Dia tidak memesan makanan untuknya. "Weh si neng geulis teh tumben banget bawa bekal, baru tau gue," goda Salsha melihat Aurel membuka kotak bekalnya dan berisi kue bolu. "Kenapa ga makan?" tanya Rakha memperhatikan Aurel, "Ga laper," sahut Aurel seadanya. Gadis itu tidak memiliki nafsu makan sejak tadi malam, hingga detik ini pun belum ada nasi masuk ke perutnya. "Makan," tegur Angkasa pelan yang mempu di dengar Aurel. Aurel hanya melirik dan kembali melanjutkan memakan rotinya, tak ingin merespon ucapan Aurel. "Queen gue tau ya lo belum ada makan nasi dari kemaren, ayo makan nasi dulu atau mau gue pesenin yang lain?" tawar Sherren dan hanya gelengan dari Aurel sebagai jawabannya. Angkasa yang melihat itu hanya menghela nafas, dia langsung menyodorkan satu suapan kearah Aurel membuat yang lain tercengang. Entah apa yang dipikiran Angkasa, sejak tadi malam laki-laki itu selalu memlerhatikan Aurel. Aurel menatap Angkasa heran, "Gak usah," tolaknya. "Buka mulutnya," suruh Angkasa dengan pandangan memaksa. Aurel hanya berdecak namun tak ayal membuka mulutnya juga, membuat nasi goreng milik Angkasa kini sudah berada di mulutnya. "ASTAGHFIRULLAH!" Athala berteriak heboh melihat pemandangan di depan matanya, sepupunya sendiri sepertinya ingin menikung dirinya. Membuat Athala hanya bisa beristigfar. "SEPUPU JANGAN NIKUNG SEPUPU DONG!" lanjutnya heboh membuat Salsha yang disebelahnya menabok punggungnya dengan keras. "Anjir sakit b**o!" sungut Athala merasakan punggungnya yang panas, "Siapa nyuruh lo teriak kek tarzan!" sahut Salsha tak kalah keras. "Ih kok Angkasa so sweet banget sih, bikin Audy iri aja," ucap Audy menopang dagu nya, "Udah ganteng, tinggi, karisma nya kuat, manly, terus romantis banget. Aaa....jadi pengen punya pacar juga," tambahnya memandang Angkasa dengan tatapan memuja. Sherren bergidik ngeri dan mengusap wajah sahabatnya itu, "Audy masih kecil ga usah pacaran," tegurnya membuat Audy merengut. "Audy udah mau 16 tahun Sherren, udah mau gede," sahut Audy tak terima. "Apanya yang gede?" Athala bertanya dengan wajah polosnya, dia tadi sibuk berdebat jadi hanya mendengarkan kalimat 'gede' dari mulut Audy. "Pala lo gede," Rakha memukul bahu Athala dengan keras karena Rakha kira Athala memikirkan yang tidak-tidak tentang kalimat Audy. "SAKIT BAHRUDIN!! INI KENAPA PADA ANIAYA GUE SI HAH?!" Teriakan itu lagi-lagi membuat mereka menjadi tontonan orang banyak. *****       Angkasa melepaskan tasnya dan menaruh di gantungan yang sudah di sediakan, keadaan apartement miliknya sepi karena hanya ditinggalin seorang diri. Setelah tinggal beberapa hari di rumah Athala, laki-laki itu memutuskan mencari tempat tinggal saja yang baru karena jujur saja dia merasa tidak enak jika tinggal terlalu lama di rumah keluarga Athala walaupun keluarganya sendiri dan hanya 2 minggu. Tapi lebih baik dia memilih menyewa apartement untuk dirinya sendiri di banding di tempat keluarganya, Angkasa lebih bebas dalam artian tidak merepotkan orang lain. Lagipula dia sudah bicara dengan kedua orang tuanya dan diizinkan saja sambil menunggu kedatangan orang tuanya dari Spanyol. "Hhh..." Angkasa menghela nafasnya sejenak ketika duduk di pinggir kasur nya. Hari ini cukup menguras sedikit tenaganya, tadi saat jam pelajaran terakhir kosong bukan hanya di kelasnya namun semua kelas karena sedang ada rapat antar dewan guru mengenai acara ulang tahun sekolah yang sebentar lagi di adakan, Athala dan Rakha mengajak dirinya untuk bermain basket bersama. Bahkan hingga jam pulang sekolah mereka masih sibuk bermain sampai salah satu dari mereka memilih untuk pulang, bukan hanya bertiga ada beberapa anak kelas lain juga ikut dan Angkasa mengenal satu orang yang sangat lucu menurutnya dan sepertinya satu spesies dengan Athala. Namanya Samuel Algenata Retrik, anak kelas Athala juga jadi  tidak ayal Athala dan laki-laki berwajah bule itu bisa terlihat kompak sekali. Kemungkinan besar Athala juga akan membawa laki-laki itu masuk ke dalam kelompok mereka, percaya saja. Angkasa memilih untuk membersihkan dirinya karena badannya sudah terasa lengket. Selesai mandi laki-laki itu hanya memakai celana training berwarna hitam bergaris putih sisinya dan kaos polos berwarna putih, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk tangan Angkasa memilih membuka ponselnya. Banyak notifikasi yang masuk terutama ada satu grup chat yang membuat Angkasa mengernyit, pasalnya grup itu belum ada sebelumnya. Anak qwin Skuad Athalanying created grup "Anak Qwin Skuad" Athalanying added +628********** Athalanying added +628********** Athalanying added You Athalanyinh added +628********** +628********** Ini grup apaan anjir?! +628********** Lah grup apaan? Athalanying added +628********** Athalanying added +628********** Athalanying added +628********** +628********** ?? +628********** Ya allah grup Audy nambah lagi, ini grup apalagi? Trus adminnya siapa? Trus isinya apa? Bermanfaat ga? Terus banyak cogannya ga? Kalo ga ada Audy keluar pokoknya ga mau tau! +628********** Berisik dy, ga di dunia nyata ga di dunia maya berisik banget dah +628********** Salsha ih ga boleh gitu nanti Audy laporin Queen nih! Athalanying added +628********* +628********** Anjir lagi push rank gue malah banyak notif ini apalagi grupnya?! Athalanying Kalem dong kalem ini nih grup anaknya emak Queen kita lagian gue gabut si ya itung-itung biar saling save nomor Nolep +628********* 2 +628********* 3 +628********* 4 +628********* 5 +628********* 6 +628********* 7 Athalanying Temen kek dajjal lo semua ga laik gue, gue ngambek! +628********* Bodo amat setan, ga peduli gue! +628********* Mata gue sakit liat nomor pada baru kecuali si Queen Salsha Rakha ama Audy doang +628********* Save back Samuel cogan yang tiada tandingannya Athalanying Bikin gue pengen muntah anjing! +628********* Ga ada akhlak omongan si Athala, ga mendidik pantes jomblo karatan Athalanying Wah ngajak berantem nih bocah Angkasa hanya menghela nafas, ternyata grup ini buatan sepupunya sendiri Athala. Laki-laki itu memilih menyimpan nomor mereka daripada pusing melihat angka-angka di layar ponsel mereka lagipula nama-nama mereka ada di display name jadi tidak menyulitkan dirinya untuk bertanya kembali. Angkasa kembali meletakkan ponselnya, membiarkannya terisi dan dia lebih memilih ke meja belajarnya untuk mengerjakan tugas. Angkasa terdiam sejenak saat dia mengingat bahwa tugasnya hari ini hanya ada tugas kelompok dengan teman sebangku dan itu bersama Aurel. Laki-laki itu juga lupa menanyakan kapan mereka akan mengerjakan tugas bersama. "Nanti aja lah chatnya," gumamnya dan memilih mengerjakan tugas yang lain. Walaupun tangan Angkasa menulis jawaban demi jawaban tapi pikirannya tiba-tiba saja berkelana mengingat kejadian di kantin tadi saat dia menyuapkan makanan untuk Aurel. Laki-laki itu tidak tau ada ketertarikan apa hingga dia selalu peduli dengan gadis itu, padahal mereka saja baru saja saling mengenal tapi keinginan untuk melindungi gadis itu tiba-tiba saja muncul. Dan Angkasa juga baru kali ini merasakan hal seperti ini, karena sebelumnya belum pernah dia mengalami. Jika di ingat kembali, Angkasa juga sedikit tertarik dengan gadis yang dipanggil 'Queen' itu oleh banyak orang. Gadis itu berbeda dengan teman perempuannya, cenderung lebih cuek dan datar. Seperti tak ada gairah apapun, melakukan hal tanpa perlu banyak bicara, lebih suka memperhatikan dalam keterdiamannya. Angkasa sempat berpikir apa gadis itu mengalami kesulitan berbicara? Hingga mengeluarkan kalimat saja terlihat sulit untuk satu hari saja? Bahkan yang lebih membuat Angkasa heran, kenapa semua orang menyebutnya dengan  panggilan Queen dan Angkasa tidak tau nama asli gadis itu siapa? Dia belum sempat menanyakannya kepada Athala. Terlalu banyak pertanyaan jika baru mengenal sosok Aurel dan di mata nya gadis itu benar-benar berbeda seperti banyak hal yang tersembunyi dalam dirinya bahkan mungkin saja ada sesuatu yang menyebabkan gadis itu jadi seperti ini. Dan percayalah, bahwa Angkasa ingin mencari tau sekarang!
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN