Sebelum membaca, dipersilahkan menyiapkan hati nya terlebih dahulu ❤
*****
ATHALA menganga lebar ketika melihat pemandangan di depannya, setaunya di grup yang baru saja dia buat tadi mereka janjian untuk kumpul bersama ya mengadakan pesta barbeque di rumah Aurel.
Dan sekarang Athala baru pertama kali ke rumah Aurel, laki-laki itu menatap ponselnya kembali yang menampilkan google maps.
"Lah bener kok rumahnya," gumamnya pelan.
Athala masih tak percaya jika rumah sebesar ini milik Aurel, ya Athala tau bahwa Aurel memang kaya tapi dia tidak pernah tau bahwa Aurel memiliki rumah yang lebih besar dari rumahnya.
"Gue harus tanya Queen nih pake ilmu apa dia bisa kaya,"
Athala melangkahkan kakinya masuk ke dalam dan belum sampai ke pintu utama rumah gadis itu, dia menengok ke belakang dan mendapati sosok Angkasa yang juga baru sampai.
"Njir sepupu baru dateng juga lo?" tanyanya melihat Angkasa yang berjalan kearahnya, "Menurut lo?" tanya balik Angkasa sekenanya.
Athala hanya mendengus kesal lalu melangkah bersama untuk masuk, baru membuka pintu pun Athala lagi-lagi terkesima karena disuguhkan dengan pemandangan yang luas dan dekorasi ruangan yang nyaman dipandang.
Memang rumah Aurel banyak menggunakan dinding kaca dan terlihat sangat elegan.
(Rumah Aurel dari depan ya)
"Gila anjer mewah banget ini mah," gumam Athala masih mengagumi hingga seorang pekerja rumah menghampiri mereka.
"Temennya non ya? Ayo bibi anter ke belakang, mereka ada di belakang," sapa Bi Arum tersenyum ramah.
Athala dan Angkasa mengangguk lalu mengikuti Bi Arum yang melangkah ke bagian belakang rumah. Disana sudah terdapat Salsha dan yang lainnya, bahkan Samuel yang baru dikenal pun sudah ikut berpartisipasi.
"Lah lo udah dateng aja," ucap Athala mendekati Samuel yang sedang berbincang dengan Sherren.
"Baru dateng lo berdua?" tanya Rakha yang datang dengan makanan di tangannya, laki-laki itu baru selesai mengambil daging yang sudah di panggang oleh Audy.
"Sa, sini main elah!" ajak Samuel yang sok akrab dengan Angkasa untuk bermain UNO yang baru dia keluarkan.
Sherren memukul punggung Samuel pelan, "Main aja lo, bantuin kek yang lain," ucapnya membuat Samuel memandangnya malas.
"Heh gue daritadi udah bantuin, nyiapin panggangan, ngambil cemilan segala. Kurang baik apa coba kakanda yang ganteng ini," ucap Rakha dengan wajah songongnya.
"Kurangin halu lo anjir!" teriak Salsha yang sedang mengoleskan kecap diatas daging bersama Audy, gadis itu sudah geli mendengar Samuel yang abnormal sama seperti Athala.
Samuel hanya memainkan bibirnya, seolah-olah mengejek Salsha yang berbicara.
"GUE LEMPAR NIH KECAP KE MUKA LA YA SAM!!" teriak Salsha yang melihat tingkah Samuel.
Samuel hanya tertawa geli lalu meminta maaf sedangkan Angkasa sudah duduk tenang di sebelah Rakha.
Rakha memberikan minuman kearah Angkasa, "Nih buat lo," ucapnya, "Makasih," balas Angkasa yang dibalas anggukan.
"Tuan rumahnya mana?" tanya Athala yang daritadi mencari keberadaan Aurel, gadis itu tak terlihat sama sekali.
"Lagi telponan ama client nya, paling bentar lagi kemari," jawab Sherren membuat Athala menoleh, "Client? Emang dia kerja apa?" tanya Athala yang tidak tahu menahu soal Aurel.
"Katanya naksir ama Queen tapi ga tau tentang Queen, payah lo," ejek Salsha dari jauh membuat Athala menatapnya kesal.
"Salsha itu ngolesin saosnya yang rata, entar ga adil," protes Audy yang melihat Salsha mengoles saos tidak rata di atas permukaan daging.
"Mampus lo!" ejek Athala balik membuat Salsha hanya memutar bola matanya malas.
Tak lama Aurel ikut bergabung dengan setelan piyama bergambar beruang miliknya, Aurel sempat terdiam saat melihat banyak orang. Dia pikir hanya ada Salsha, Sherren, Rakha, dan Audy yang datang ke rumahnya.
"Buset piyamanya," tawa Samuel pecah melihat motif piyama milik Aurel yang sangat lucu.
"Gue baru tau ada tambahan orang disini," sindir Aurel menatap kearah Sherren yang menggaruk kepalanya.
"Maaf, ini tadi si sebenarnya rencana Athala buat ngumpul. Lo coba liat grup deh, kan Athalan buat grup w******p gitu. Jadi ya gitu," jawab Sherren seadanya.
Athala menatap Aurel heran, "Emang lo ga buka hp?" tanyanya, "Queen mah jarang buka hpnya yang biasa, sering cuma make laptop ama hp yang buat kerjaan dia doang," jawab Audy yang datang bersama Salsha.
Angkasa menatap kearah Aurel dengan tatapan dalam, seperti mencari sesuatu apa yang terjadi dengan Aurel selama ini? Sama Angkasa tal menyadari bahwa Aurel juga balas menatapnya.
"Apa?"
Angkasa terperangah saat Aurel bertanya kepadanya dengan tatapan datarnya. Angkasa hanya menggeleng pelan, sungguh dia malu sekarang.
"Si Angkasa dalem amat natepnya bang," goda Salsha tertawa keras membuat Samuel yang melihatnya aneh, "Biasa aja anjir ketawa lo," ucapnya mendelik.
Salsha menghentikan tawanya dan menatap sinis, "Lo ngajak ribut? Ayo!" ucap Salsah menggulung lengan bajunya.
Aurel mendengus lalu mengambil potongan daging yang dibakar Audy, memakannya dengan pelan sambil sesekali memperhatikan perdebatan kembali.
"Ngapain lo pindah ke sekolah gue?" tanya Aurel menatap Athala dan Angkasa bergantian, dia sudah ingin bertanya tentang hal ini.
Bukannya Athala sudah menjadi partner OSIS nya dari sekolah lain dan sekarang tiba-tiba saja pindah ke sekolahnya sendiri, sungguh tak masuk akal.
"Gue yang minta," jawab Rakha membuat semuanya menoleh, "Iya bener, gue disuruh Rakha pindah ampe dipaksa kan anjir," ketus Athala.
Rakha menatapnya, "Lo mau nolak gue?" tanyanya dibalas gelengan Athala dengan cepat, "Kaga yaelah bercanda,"
"Emang kenapa?" tanya Audy heran, "Gue kok ga paham topiknya ya," Samuel menggaruk kepalanya tanda tak mengerti.
"Main lo kurang jauh," ejek Sherren membuat Samuel mencibirnya, "Apa hubungannya coba," gumamnya pelan agar tak terdengar oleh Sherren.
"Kenapa?" tanya Aurel menatap Rakha meminta jawaban.
Setaunya sebelum Rakha pulang masih baik-baik saja, tak ada hal yang terjadi. Terakhir kali Rakha bersikap seperti ini saat mereka menginjak bangku SMP dan masih kelas 8.
Laki-laki itu malah memerintahkan seluruh bodyguardnya berjaga di sekolah Aurel karena saat itu ancaman dari luar terus berdatangan dan waktu itu Aurel belum terlalu mahir bela diri walaupun aura mematikan Aurel sudah terasa tapi Rakha berpikir itu belum cukup.
Dan hampir menginjak kelulusan barulah bodyguard itu berhenti menjaganya karena permintaan Aurel sendiri, Rakha dengan berat hati mengiyakan karena menurutnya Aurel sudah bisa menjaga dirinya sendiri terlebih walaupun dia harus pindah sekolah ke luar negeri nantinya.
"Jangan bilang kejadian itu ke ulang lagi ya Rak, gue ga mau. Apalagi menyangkut nyawa Queen," sahut Sherren kembali mengingat masa lalunya, "Gak mungkin kan geng itu kembali lagi? Kan Rakha udah bantai habis-habisan," sambung Audy.
Rakha menggeleng, "Gue ga pernah bilang udah musnahin geng itu hingga ke akar-akarnya Audy," jawabnya membuat semua terperangah.
"Berarti sisa geng itu masih ada yang hidup sampai sekarang?!" ucap Athala terkejut bukan main.
Angkasa hanya memasang wajah bingung, tidak paham alur pembicaraan yang mereka bicarakan.
Geng? Queen? maksudnya apa? batin Angkasa bertanya.
"Gue gak tau," jawab Rakha seadanya, "Lo semua bahas apa sih? Gue ama Angkasa kaga mudeng, cuma plonga-plongi gini. Bagi lah cerita biar kita ngerti juga," ucap Samuel yang daritadi memang sudah bingung.
Salsha mendengus melihat titisan Athala di depannya ini, "Entar diceritain elah, sabar," ucapnya membuat Samuel mengangguk
"Queen, keselamatan lo itu selalu dalam bahaya. Gue juga mikirnya kejadian itu ga bakal terjadi tapi setelah gue tau dari Rakha kalo geng itu masih ada yang hidup, besar kemungkinan mereka bakal balas dendam dan belum saatnya tapi suatu saat pasti mereka bakalan muncul," jelas Athala membuat semua terdiam.
"Geng siapa?" tanya Angkasa yang daritadi diam mendengarkan ikut mendengarkan topik yang dibicarakan.
Aurel menatap Angkasa begitu pun sebaliknya, "Astar," jawab Aurel membuat Angkasa mengernyit masih bingung sedangkan Samuel membuka mulutnya tak percaya.
"Astar yang disebut kek geng preman itu kan? Anak motor paling berpengaruh dulu?!" serbu Samuel dibalas anggukan Aurel.
Angkasa terdiam mencerna, dia tidak tau apapun soal ini. "Kenapa bisa Queen kenal ama geng gitu? Gila ya lo Queen, lo cewek. Jangan sampe berurusan sama geng setan itu!"
Mata Samuel menajam mendengar hal itu, dia tau seberapa kejam kelompok Astar. Karena geng itu tidak bisa diremehkan sama sekali.
Astar adalah sebuah geng motor paling berpengaruh dan menggunakan cara kekerasan untuk mendapatkan kekuasaan, dulu Samuel juga mempunyai geng motor dan harus bubar saat beberapa anggotanya dibubarkan paksa oleh Geng Astar.
Geng itu bahkan mengancam akan membunuh anggota geng milik Samuel jika tidak membubarkan tapi Samuel tak sepercaya itu hingga akhirnya seminggu setelah ancaman itu, salah satu anggota geng motor Samuel mati mengenaskan di sebuah gudang kosong.
Bahkan Samuel masih ingat bagaimana tak berdayanya temannya itu saat anggota Geng Ashar menculiknya dan membunuhnya dengan cara licik. Itulah hari dimana Samuel benar-benar membubarkan Geng motornya, dia tidak ingin ada yang jatuh kembali.
"Lo gila ya Kha! Gue tau seberapa liciknya geng b*****t itu! Dan kenapa lo semua berurusan sama dia?! Apalagi lo Queen, sepinter dan sekuat apapun lo, lo itu tetep cewek yang kodratnya tetep aja lemah. Pikir Queen, gue sebagai cowok yang pernah punya geng motor juga harus kehilangan temen gue, apalagi lo! Apa lo mau juga kehilangan temen geng motor lo!"
Semua terdiam mendengar amarah Samuel, mereka tau apa yang dialami Samuel dulu dan itu cukup membuat satu sekolah benar-benar kehilangan karena anggota geng motor Samuel adalah anak Bintara Jaya semua.
Semenjak kematian salah satu anak Bintara Jaya itu, kepala sekolah menegaskan untuk tidak ada lagi yang mengikuti geng motor atau komunitas berbahaya lainnya. Para dewan guru benar-benar marah dan kecewa saat mereka harus kehilangan salah satu murid mereka karena arus yang salah.
Dan Aurel kembali berpikir, apa kejadian Samuel akan terulang kepada dirinya untuk kedua kalinya? Aurel pernah sekali berurusan dengan Geng Astar bersama Athala dan Rakha, bersyukur nya saat itu Geng Astar harus kalah karena amarah besar Rakha mengetahui Aurel cidera serius bahkan harus dirawat di Rumah Sakit beberapa bulan.
Apakah kali ini Aurel yang kalah? Siapa yang akan menjadi korbannya kali ini?