Richo POV Hari ini jadwal Kynar cek up. Aku tidak bisa mengantarkannya karena urusan pekerjaan yang tak bisa ditinggal seenaknya. Sudah kukatakan aku bukan direktur yang bisa seenaknya ambil cuti. Namun, aku telah mengantarkan Kynar juga ibu serta Cindy ke rumah sakit. Wajah ibu terlihat sangat tegang. Bisa saja kan hari ini adalah hari dimana diagnosis Kynar keluar. "Doakan yang terbaik ya, nak." Terlihat sangat betapa ibu sangat mengkhawatirkan Kynar. Aku terus, lalu mengangguk pasti. "Aku pergi dulu ya." Pamitku yang dibalas dengan anggukan ibu. Setelah mencium tangan beliau aku pun langsung tancap gas. Perlu di ketahui ini bukan rumah sakit dimana dokter Renata bekerja. Rumah sakit ini rumah sakit yang cukup besar, hingga mempunyai dokter spesialis kejiwaan. Entah apakah aku dapa

