Richo dan ibunya sudah sampai di rumah sakit terdekat. Rumah sakit yang sama tempat Richo membawanya berobat. Rumah sakit ini memang tidak besar, tapi dokter di sana sudah mencakup semua ahli sehingga sangat membantu sekali. Richo membawa Kynar ke ruang UGD, di sana para perawat dengan sigap membantu Richo membawa Kynar menggunakan Brankar. Ibu Richo mengikutinya dari belakang, hatinya menjadi kacau tidak karuan. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena terlalu memaksa mengajak Kynar berbicara. Rasa sesal itu semakin besar tat kala Kynar belum juga siuman dari pingsannya. "Tenang saja, Kynar pasti baik-baik saja," hibur Richo, tangannya yang besar mengelus pundak sang ibu agar merasa sedikit rileks. Ibunya mengangguk lemah, dia terus berdoa di dalam hati. Dia sangat merasa bersalah sek

