Kumat

1643 Kata

Sejak kedatangan orang tua Richo dan adiknya, Kynar menjadi sangat pendiam. Dia terus menunduk bila ada orang di dekatnya. Dia merasa sedang diawasi, hatinya tak tenang ketika melihat ibu Richo maupun adiknya datang ke kamar walaupun itu hanya sekedar untuk memberinya makan. Sejak tadi siang Kynar terus menatap pintu kamar. Hatinya sangat risau menunggu kedatangan Richo. Dia merasa hari ini sangat lama sekali, bukan karena lapar atau apapun namun dia merasa sedang tidak nyaman dengan keadaan disini. Dia melihat ke arah kakinya yang sudah diperban rapi oleh wanita tua itu tadi pagi. Rasa nyeri di kakinya kini sudah mereda, tidak terlalu sakit seperti pagi hari. Dia mengurut pelan betisnya yang kecil agar denyut-denyut rasa sakit yang masih terasa di kakinya sedikit mengurang. Kedua bola

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN