Richo POV Tepat jam dua belas siang lebih tiga puluh menit, awan hitam mulai menggelayuti langit. Suara guntur sudah mulai terdengar walau tidak terlalu keras. Cepat-cepat ibu mengangkat kain jemuran lalu membawanya ke dalam. Siang ini, ku bawa Kynar duduk di teras agar dia tidak suntuk mumpung aku sedang berada di rumah. Jarang-jarang kan dia keluar rumah kalau tidak ada keperluan penting seperti kemarin jika ke rumah sakit. Ngomong-ngomong besok hari kedua dia terapi. Kulihat Kynar tampak senang menatap langit yang mulai menggelap. Sepertinya dia sangat menantikan momen turun hujan ini. Di temani secangkir kopi panas juga camilan yang ibu buat. Ku nikmati suasana yang aku impikan sejak dulu, yaitu bersantai di siang hari. "Mas, kalau aku sudah sembuh trus bisa jalan, aku pasti ban

