1.14

3412 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * “Gila, ini antrinya panjang banget.” Deril yang memang bertubuh jangkung, dapat melihat seberapa panjang antrian yang ingin naik biang lala. belum lagi dalam satu kali putar, hanya ada 14 tempat. Mungkin Deril dan Shara baru bisa naik di putaran kedua. “Pasti pulangnya agak molor, Shar. Gimana?” Bibir bawah Shara maju sesaat. “Ya udah, pulang aja?” “Beneran mau pulang?” Deril meyugar rambutnya sendiri, merasa gusar kalau merasa langsung pulang begitu saja. “Gak pengin naik biang lala emang?” “Kepingin, lah. Tapi tadi, kan, bokap minta gue pulang maksimal jam sembilan.” Deril diam, tapi otaknya terus berputar mencari cara. Beberapa menit mereka h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN