4.3

3240 Kata

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * Sebenarnya soal rumah baru mereka—yang dibeli Deril sejak lama degan keputusan sepihak dan laki-laki itu hanya mengandalkan ingatannya dengan Shara dulu saat istrinya membicarakan bentuk rumah impian—jelas sebelum pernikahan mereka berdua, Deril sudah mengajak Shara untuk kesana, melihat-lihat situasi dan kondisinya. Tepatnya itu terjadi setelah kalimat Deril yang keceplosan sudah membeli rumah untuk mereka berdua kala itu. Apa yang Deril syukuri adalah Shara ternyata senang dengan pilihannya. Rumah yang dibeli Deril bukan rumah yang berada di perumahan, tapi juga bukan rumah di pinggir jalan karena Shara benci kebisingan yang disebabkan lalu linta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN